Tipue Sultan — Sulsel Editor
Redaktur Katasulsel.com, mengawal isu publik dan pembangunan daerah
Artikel: 526 Lihat semua

Sidrap, Katasulsel.com — Suasana Jalan Andi Nurdin, Kelurahan Pangkajene, Selasa (17/3/2026), mendadak hangat. Bukan karena seremoni resmi, tapi karena temu kangen yang terasa dekat.

Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, kembali ke titik awalnya—berkumpul bersama teman-teman SMA 467 Pangsid angkatan 1998.

Tak ada sekat jabatan di sana.

Yang terlihat justru kebersamaan lama yang belum pudar. Tawa lepas, cerita masa sekolah, hingga sapaan akrab mewarnai reuni tersebut.

Namun, momen itu tidak berhenti di nostalgia.

Syahar—begitu ia disapa—mengajak rekan-rekannya turun langsung ke jalan. Mereka membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas.

Aksi sederhana, tapi terasa.

Di tengah suasana santai itu, Syahar menyelipkan pesan yang cukup serius.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga perputaran ekonomi daerah, terutama menjelang Idulfitri.

“Kalau mau beli baju baru, usahakan belanja di Sidrap saja,” ujarnya.

Pesan itu langsung disambut anggukan.

Bagi Syahar, kekuatan ekonomi daerah dimulai dari kebiasaan warganya sendiri.

Tak hanya soal ekonomi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk merayakan Lebaran dengan cara yang lebih menyatu.

Salat Id, menurutnya, idealnya dilaksanakan bersama di Stadion Ganggawa.

“Kita kumpul di lapangan, itu sunnahnya. Setelah itu kita lanjut halalbihalal di rumah jabatan,” katanya.

Ajakan itu bukan sekadar teknis ibadah, tapi simbol kebersamaan.

Di hadapan teman-teman lamanya, Syahar juga berbicara tentang perjalanan hidup.

Tentang jabatan, usaha, dan kesabaran.

Bagi yang sudah berada di posisi tertentu, ia mengingatkan untuk terus meningkatkan kinerja sebagai bentuk syukur.

Sementara bagi yang belum, ia berpesan agar tidak berhenti berusaha.

“Terus bekerja baik. Waktunya pasti datang,” ucapnya.

Reuni itu sederhana.

Namun dari sana, terlihat satu hal: seorang pemimpin yang tetap terhubung dengan masa lalunya.

Dari bangku sekolah, kini memimpin daerah.

Tapi tetap kembali, duduk sejajar, dan berbagi cerita dengan mereka yang pernah berjalan bersama di titik yang sama.(*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.