Jakarta, Katasulsel.com — Sementara sebagian besar orang tengah menyiapkan ketupat, pulang ke kampung, dan berkumpul bersama keluarga di Lebaran 2026, Veda Ega Pratama sudah lebih dulu menjejakkan kaki di Brasil.
Tujuannya jelas: Autódromo Internacional Ayrton Senna, sirkuit yang akan menjadi panggung seri kedua Moto3 World Championship 2026.
Di usia 17 tahun, Veda menghadapi tantangan baru. Sirkuit ini belum pernah digelar untuk Moto3 sejak 1992, sehingga semua rider—termasuk Veda—harus memulai dari titik adaptasi yang sama. Tapi ia datang lebih awal, siap, dan optimis.
Setelah tampil impresif di seri pembuka Thailand, finis lima besar, Veda sempat kembali ke kampung halaman di Gunungkidul. Tapi masa istirahatnya singkat. Profesionalitas memanggilnya kembali ke lintasan.
Bergabung kembali dengan Honda Team Asia, ia langsung menjalani persiapan intensif: memahami karakter sirkuit, menyesuaikan motor, dan beradaptasi dengan cuaca serta lintasan baru. Semua dilakukan dengan satu tujuan: naik podium.
Di Thailand, performanya sudah menjadi sinyal kuat. Start dari posisi lima, sempat menembus posisi tiga, dan finis di lima besar—melewati rekan setimnya Zen Mitani. Kini, Veda membawa modal percaya diri itu ke Brasil.
Di tengah kesibukan, ia tetap menyempatkan diri berbagi momen dengan tim media Honda Team Asia. Senyum, gestur santai, dan latihan intens menunjukkan bahwa di balik helm, ada pembalap muda yang matang secara mental. Optimisme bukan sekadar kata, tapi terlihat dari setiap gerakannya di lintasan.
Balapan di Brasil dijadwalkan 20–22 Maret 2026 (WIB):
- Jumat, 20 Maret: Latihan Bebas 1 & 2
- Sabtu, 21 Maret: Latihan Bebas 3 & Kualifikasi
- Minggu, 22 Maret: Balapan utama
Veda sadar, podium bukan hadiah instan. Ia butuh konsistensi, keberanian mengambil risiko, dan adaptasi cepat di lintasan baru. Tapi dengan kesiapan yang matang dan pengalaman di Thailand, peluang itu bukan sekadar angan.
Lebaran kali ini ia rayakan berbeda. Tanpa keluarga, tanpa ketupat, tapi dengan satu hal yang tak tergantikan: kepercayaan diri dan ambisi yang membara.
Bagi Veda Ega Pratama, Lebaran bukan tentang pulang. Tapi tentang memperjuangkan mimpi, satu tikungan, satu lintasan, satu podium sekaligus.
Dan di Autódromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, mimpi itu mulai digapai. (*)
