Sidrap, katasulsel.com — Tidak ada kemegahan berlebih. Tidak pula hiruk-pikuk yang mencolok.

Ratusan warga Kabupaten Sidrap memilih merayakan Idulfitri 1447 Hijriah dengan suasana yang tenang dan penuh kesederhanaan di halaman Polres Sidrap, Sabtu (21/3/2026) pagi.

Sejak pagi, jamaah mulai berdatangan. Ada personel kepolisian, ada warga sekitar, ada juga keluarga yang datang bersama anak-anak mereka. Semuanya menyatu dalam satu saf—tanpa sekat.

Salat Id kali ini terasa khusyuk. Sederhana, tapi hangat.

Sebelum pelaksanaan salat dimulai, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong., S.I.K., S.H.,M.H menyampaikan sambutan seragam Bupati Sidrap di hadapan jamaah.

Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum kemenangan setelah sebulan penuh menahan diri.

“Hari ini merupakan hari kemenangan setelah 30 hari kita melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Momentum ini menjadi ajang refleksi diri untuk memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Nada penyampaiannya tenang. Tidak berapi-api, tapi terasa mengena.

Ia seperti mengajak jamaah untuk tidak berhenti pada ritual, tapi melanjutkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh, Fantry—sapaan akrab Kapolres—menyentuh satu hal yang menjadi perhatian bersama. ia tetap mengingatkan mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)

Menurutnya, menjaga situasi kondusif di Sidrap bukan hanya tugas aparat kepolisian.

“Kita menyadari bersama bahwa menjaga kamtibmas bukan semata-mata tugas kepolisian. Ada peran penting Bapak dan Ibu semua dalam menciptakan wilayah yang aman,” katanya.

Kalimat itu sederhana, tapi tegas.

Ia ingin menegaskan bahwa keamanan adalah kerja bersama. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat.

Tanpa itu, situasi yang aman hanya akan jadi harapan.

Di tengah suasana Idulfitri yang penuh refleksi, Kapolres juga menyinggung perkembangan daerah.

Ia mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Sidrap yang dinilai berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai angka 7,7 persen.

Menurutnya, capaian itu tidak hanya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, tapi juga pada stabilitas keamanan.

“Kami mengapresiasi kerja keras pemerintah yang mampu membawa dampak positif. Karena pertumbuhan ekonomi yang baik berbanding lurus dengan menurunnya tingkat kejahatan,” ungkapnya.

Pernyataan itu menjadi penegas bahwa pembangunan ekonomi dan keamanan saling berkaitan.

Ketika ekonomi bergerak, masyarakat lebih sejahtera. Dan ketika kesejahteraan meningkat, potensi gangguan keamanan pun bisa ditekan.

Di bagian akhir sambutannya, Fantry Taherong mengajak seluruh jamaah untuk ikut mendukung program unggulan pemerintah daerah.

Ia menyinggung visi besar Bupati Sidrap dalam mewujudkan daerah yang bersih, bercahaya, maju, sejahtera, aman, dan religius.

Ajakan itu tidak berhenti di slogan.

Ia menekankan pentingnya aksi nyata, terutama dalam mengimplementasikan tagline pembangunan daerah: tanam, panen, dan hilirisasi.

“Ini bukan hanya program pemerintah, tapi gerakan bersama. Kita semua punya peran untuk mewujudkannya,” tuturnya.

Setelah sambutan, salat Id pun dilaksanakan.

Saf dirapikan. Takbir kembali menggema. Suasana semakin khusyuk.

Di halaman Polres Sidrap itu, tidak hanya ibadah yang berlangsung. Tapi juga pesan-pesan penting tentang kebersamaan, tanggung jawab, dan arah pembangunan daerah.

Sederhana.

Tenang.

Namun penuh makna.

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.