Enrekang, Katasulsel.com — Rumah masih banyak yang reyot, bocor saat hujan, panas saat siang.

Tapi perlahan, satu demi satu, bantuan mulai mengalir.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) mengalokasikan 20 unit rumah melalui program Bedah Rumah Swadaya (BSPS) tahap 1 dan 2.

Targetnya?

Desa Tallung Tondok, Kecamatan Malua, dan Desa Batu Noni, Kecamatan Anggeraja di Kabupaten Enrekang.

Dua desa yang lama menunggu, akhirnya mendapat angin segar.

Program ini masuk ke Enrekang berkat aspirasi Partai Gerindra, yang dibawa Anggota Dewan Ir. H. Latinro Latunrung.

Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang Latinro, menyampaikan rasa syukur.

“Kita bersyukur program ini masuk ke wilayah kita. Kabupaten Enrekang memang masih terbatas, anggaran defisit, tapi sedikit demi sedikit kita benahi kampung kita,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Ia menambahkan, komunikasi intensif dengan pusat menjadi kunci agar program-program seperti ini tidak terlewat.

“Sebagai pimpinan daerah, kita harus aktif membuka jalur komunikasi. Supaya program pusat bisa tepat sasaran ke daerah,” lanjutnya.

Program BSPS sendiri direncanakan menjangkau total sekitar 200 unit rumah di Kabupaten Enrekang. Setiap desa akan mendapatkan bagian, memastikan warga memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman.

Bagi warga Tallung Tondok dan Batu Noni, ini bukan sekadar bangunan baru. Ini harapan. Ini kesempatan untuk meringankan beban renovasi rumah yang tak layak.

Sejenak, mereka bisa tersenyum, lega, dan mulai membayangkan rumah baru yang tak lagi bocor, tak lagi panas, dan siap menampung keluarga dengan nyaman.

Bantuan kecil, tapi maknanya besar. Rumah bukan sekadar dinding dan atap. Rumah adalah awal dari hidup yang lebih layak.

Dan sekarang, 20 keluarga pertama di dua desa itu akan memulai langkah baru, dari rumah yang lebih manusiawi.(fungfi)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.