WAJO – Desa Poleonro, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, berubah mencekam, Senin, 23 Maret 2026. Sekitar pukul 19.40 WITA, malam yang biasanya tenang, tiba-tiba pecah oleh suara benturan keras yang membuat warga tersentak.
Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan tiga kendaraan.
Korban: seorang pria, Amir (48), warga Kampung Baru, Desa Poleonro.
Kronologi tragis.
Sepeda motor Yamaha Jupiter tanpa TNKB yang dikendarai Amir melaju dengan kecepatan tinggi dari barat ke timur.
Ia hendak menyalip sebuah truk Isuzu bernomor polisi DW 8841 MB yang dikemudikan Japar (25).
Malang.
Motor diduga masuk jalur berlawanan.
Di saat bersamaan, dari arah depan muncul Honda Mobilio bernomor polisi DP 1835 DM yang dikemudikan Sukriadi (48).
“Karena jarak sudah sangat dekat, kedua pengendara tidak dapat menguasai kendaraannya. Terjadi tabrakan depan-depan,” ujar sumber kepolisian yang meninjau TKP.
Benturan keras.
Motor terpental ke sisi kiri jalan.
Masuk ke bawah truk.
Ban belakang kanan truk menghantam tubuh Amir.
Akibatnya, luka parah.
Perut robek terbuka, usus keluar, kedua tulang paha patah, tulang punggung remuk.
Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Gilireng, nyawa Amir tidak tertolong.
Sementara itu, pengemudi truk dan Mobilio selamat tanpa luka serius.
Polisi dari Polres Wajo langsung bergerak cepat.
Mendatangi TKP.
Memeriksa kondisi korban.
Mencatat keterangan saksi.
Mengamankan barang bukti.
Warga sekitar terpukul.
“Benturan keras terdengar sampai rumah kami. Tidak menyangka korban separah itu,” ujar seorang tetangga.
Kecelakaan ini menjadi peringatan keras bagi semua pengendara.
Detik-detik di jalan bisa berujung tragedi.
Hati-hati.
Fokus.
Jangan biarkan kelalaian merenggut nyawa.(*)
