Makassar, katasulsel.com — Sidrap kini bukan Sidrap yang dulu. Kabupaten Sidenreng Rappang yang dikenal sebagai wilayah pertanian tradisional, kini tampil modis, modern, dan penuh gebrakan.
Semua mata tertuju ke Sidrap saat Bupati Syaharuddin Alrif, atau yang akrab disapa Syahar, berdiri di panggung Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI 2026, Rabu (26/3/2026) di Phinisi Ballroom, Claro Hotel Makassar.
Ratusan pengusaha Sulsel yang hadir langsung terpesona.
Bukan hanya karena kharisma Syahar yang santai tapi berwibawa, tapi karena Sidrap kini punya “Rasa Baru”: inovasi yang memadukan tradisi pertanian dengan teknologi modern, produksi pangan berkualitas, dan strategi pasar cerdas.
“Sidrap bukan sekadar peta di Sulsel. Telur kami diminati Maluku Utara, beras dicari Kalimantan Utara dan Timur, kopi lokal mulai jadi favorit investor. Sidrap siap kirim lebih banyak lagi, tinggal gas pol!” ujar Syahar sambil tersenyum lebar, yang disambut tepuk tangan hangat para pengusaha.
Sidrap “Rasa Baru”: Lumbung Pangan Modern & Pintar
Bupati Syahar membeberkan langkah-langkah konkret yang membuat Sidrap berbeda dari kabupaten lain:
Benih genjah 75 hari panen – panen super cepat tanpa drama.
Listrik Masuk Sawah – pompa air dan alat mesin pertanian elektrik, hemat biaya dan praktis.
Embung & parit aktif – pengairan terjaga, sawah subur, hasil panen melimpah.
“Dengan langkah-langkah ini, produksi pangan naik gila-gilaan. Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Sidrap menjadi tertinggi di Sulsel. Kita serius ingin Sidrap jadi lumbung pangan Sulsel dan Indonesia,” tegas Syahar.
Para pengusaha tak cuma diam. Beberapa bahkan saling bisik-bisik, “Wow, Sidrap berubah total. Ini daerah yang harus kita pantau.” Ada yang menambahkan, “Bupati Syahar ini beda. Visioner, tapi tetap dekat dengan rakyat dan petani. Strateginya nyata, bukan cuma janji.”
PSBM XXVI 2026: Sidrap Jadi Spotlight
Acara PSBM dibuka oleh Menteri Pertanian RI sekaligus Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, ditemani Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Hadir pula Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, wakil menteri, pejabat tinggi negara, gubernur, bupati/wali kota, dan ribuan delegasi saudagar dari seluruh Nusantara hingga mancanegara.
Syahar hadir lengkap dengan jajaran pejabat daerah: Kadis Koperasi UKM Nakertrans, Kadis TPHPKP (Pertanian), Kadisdagrin, Kasatpol PP Damkar, Kabid Hortikultura Dinas TPHPKP, kepala desa Tana Toro, Leppangeng, Cenrana, serta perwakilan BUMDes setempat. Kehadiran mereka menegaskan komitmen Sidrap untuk menjadi pusat produksi pangan unggulan dan siap “banjiri” pasar nasional.
Pengusaha Terpana, Investor Melirik
Salah satu pengusaha ternama di Makassar menyebut Sidrap sebagai “hotspot baru di Sulsel”. Ia menambahkan, “Dulu kita pikir Sidrap biasa saja, tapi sekarang beda. Telur, beras, kopi—semuanya punya kualitas, dan panen cepat. Ini peluang investasi emas.”
Delegasi lain bahkan bercanda, “Kalau Sidrap ini sebuah kue, saya mau potongan paling besar!” Nuansa ringan tapi serius ini menunjukkan bagaimana Sidrap berhasil menarik perhatian dunia usaha.
Dari Tradisi ke Modern, Sidrap Siap Rebut Pasar
Pesan Bupati Syahar jelas: Sidrap bukan lagi daerah sekadar penghasil pangan lokal. Dengan inovasi, strategi, dan komoditas unggulan, Sidrap siap menjadi raja ekspor telur, beras, dan kopi.
Sidrap kini hadir dengan wajah baru—modern, progresif, dan penuh peluang. Dan di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif, kabupaten ini membuktikan: kecil di peta, tapi besar di produksi, strategi, dan inovasi.
“Sidrap sudah siap jadi surga pangan baru Indonesia. Siapa yang ketinggalan, rugi besar!” tutup Syahar, yang membuat seluruh pengusaha dan delegasi tersenyum sambil mengangguk setuju.(*)


