Sidrap, katasulsel.com – Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Sidrap berlangsung hangat, Kamis, 26 Maret 2026.
Tapi, sorotan kali ini jatuh pada sosok Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong.
Ia hadir bukan sekadar mengisi kursi, tapi membawa energi, ide, dan visi yang terasa di setiap sudut aula.
Fantry bicara tentang pertumbuhan ekonomi Sidrap dengan nada tegas tapi santai.
“Capaian kita 7,7 persen, bukan sekadar angka di laporan, tapi pertumbuhan yang benar-benar dirasakan rakyat, petani, nelayan, pedagang kaki lima, dan para pelaku UMKM,” ujarnya, sesekali menekankan kata “dirasakan rakyat” seakan menampar kesadaran semua peserta.
Yang unik dari Fantry, ia bisa menyelipkan pesan serius dengan gaya sehari-hari.
Misalnya soal UMKM: “Dagangan kecil laku, ekonomi Sidrap ikut naik. Efek domino, teman-teman, jangan remehkan gerakan kecil,” kalimatnya pendek, langsung kena.
Tapi begitu bicara soal strategi besar, ia bisa memanjang, menjelaskan hubungan kebijakan daerah, data Bappelitbangda, dan prediksi pertumbuhan ekonomi secara rinci, tapi tetap enak didengar.
Bagi peserta, Fantry bukan hanya polisi berseragam rapi. Ia pemimpin yang bisa ngomong bahasa teknokrat dan warga sekaligus. Kadang bercanda, kadang serius.
Tapi setiap kata menempel. Ia menegaskan, fondasi yang ditanam hari ini akan membuat Sidrap meninggalkan kabupaten lain. “Siapkan diri atau tertinggal,” katanya singkat, tapi terasa seperti alarm.
Dalam sesi tanya jawab, ia menunjukkan tajamnya analisis. Bisa menghubungkan data makro dengan kondisi lapangan: petani jagung di Massepe, nelayan di Teteaji, pedagang pasar di Pangkajene, tenaga kerja muda.
Semua terhubung dengan satu tujuan: pertumbuhan ekonomi yang nyata, bukan angka kosong.
Ia tak menutup mata pada tantangan. Administrasi yang lambat, koordinasi OPD yang kurang maksimal, kesadaran masyarakat yang belum merata, semua dibahas.
Tapi setiap kali menyebut masalah, ia selalu menutup dengan optimism: “Tantangan wajar. Yang penting kita bergerak bersama, sinkron, akurat.”
Di luar podium, Fantry tetap menarik perhatian. Ia ramah dengan staf, menyapa peserta, tapi disiplin. Polisi yang bisa memahami ekonomi, melihat Sidrap dari kacamata pembangunan, bukan hanya hukum dan ketertiban.
Itu sisi uniknya. Ia menekankan, Polres tak hanya menjaga keamanan, tapi ikut mendorong ekonomi, ketahanan pangan, dan sinergi pembangunan.
Musrenbang kali ini, Fantry membuat forum teknokratis terasa hidup. Bukan sekadar diskusi anggaran atau program, tapi ruang inspirasi.
Tempat visi besar bertemu strategi nyata. Sidrap bisa menatap masa depan dengan percaya diri. Ia menutup sesi dengan kalimat sederhana tapi menohok: “Sidrap siap melesat, dan kita semua bagian dari lompatan itu.” (edy)


