Makassar, katasulsel.com — Kabupaten Sidrap menunjukkan taringnya di ajang PSBM 2026. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, tampil percaya diri memaparkan kekuatan daerahnya sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Indonesia.
Di hadapan peserta forum, Syahar tak sekadar bicara. Ia membawa pesan tegas: Sidrap siap menyuplai kebutuhan nasional, mulai dari telur, beras, hingga kopi.
Sidrap bukan pemain baru. Daerah ini sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan di Sulawesi Selatan. Namun di PSBM 2026, narasi itu naik level.
“Sidrap punya kapasitas. Bukan hanya cukup untuk daerah sendiri, tapi juga siap menopang kebutuhan nasional,” ujar Syahar dalam pemaparannya.
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Produksi telur ayam ras dari Sidrap terus meningkat. Begitu pula beras, yang selama ini menjadi tulang punggung pertanian masyarakat. Sementara kopi, mulai naik sebagai komoditas unggulan baru.
Suasana forum pun terasa berbeda. Beberapa peserta terlihat mencatat serius. Sebagian lainnya tampak saling berdiskusi.
Sidrap, yang sebelumnya hanya dikenal sebagai daerah produksi, kini mulai diposisikan sebagai kekuatan ekonomi baru.
Bagi Syahar, momentum PSBM 2026 bukan sekadar forum diskusi. Ini panggung untuk “menjual” potensi daerah.
Ia menekankan bahwa kekuatan pangan Sidrap bukan hanya soal produksi, tapi juga peluang investasi.
“Kalau dikelola bersama, ini bisa menjadi kekuatan besar. Tidak hanya untuk Sidrap, tapi untuk Indonesia,” katanya.
Di sisi lain, geliat ekonomi lokal juga mulai terasa. Warga dan pelaku usaha kecil menaruh harapan besar.
Sektor pangan dinilai mampu membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, hingga meningkatkan daya beli masyarakat.
PSBM 2026 menjadi titik penting. Sidrap tidak lagi berdiri sebagai daerah penyangga. Tapi mulai melangkah sebagai pemain utama.
Dengan telur, beras, dan kopi sebagai senjata, Sidrap sedang menulis arah barunya.
Dan dari panggung ini, satu pesan menguat:
Sidrap tidak hanya siap berkembang. Tapi siap memimpin.


