Sidrap, Katasulsel.com — Pagi di Kampung Alle Limpo, Kulo, Sidrap, berjalan seperti biasa. Matahari tetap terbit. Ayam tetap berkokok.

Tapi tidak dengan hidup mereka.

Sejak sang ibu pergi (meninggal dunia) pada 29 Juli 2025, ada yang ikut hilang dari rumah itu: arah.

Empat anak. Empat jalan hidup. Satu luka yang sama.

Tidak ada yang ingin bercerita panjang tentang kesedihan. Mereka memilih diam. Menyimpan semuanya rapat-rapat. Menjaga nama baik keluarga, sebagaimana pesan orang tua dulu: jangan memperlihatkan luka ke banyak orang.

Namun hidup, kadang terlalu keras untuk ditutup-tutupi.

Dua anak kini tinggal bersama neneknya. Perempuan tua yang tidak punya banyak hal untuk dibagi, selain kasih sayang dan ketabahan. Rumahnya sederhana. Sangat sederhana. Tapi di situlah mereka bertahan.

Bukan mengeluh. Hanya bertahan.

Advertisement

Dua lainnya bersama sang ayah. Lelaki yang dulu jadi sandaran, kini pelan-pelan kehilangan tenaga karena sakit yang datang tak diundang. Ia tetap mencoba kuat. Meski tubuhnya tak lagi sepenuhnya berpihak.

Di tengah semua itu, ada satu cerita yang paling diam-diam menyesakkan.

Tentang anak sulung.

Ia pernah mencicipi bangku kuliah. Satu semester saja. Setelah itu, berhenti.

Bukan karena malas. Bukan karena menyerah.

Tapi karena keadaan.

Biaya tak lagi ada. Pegangan tak tersisa. Dan hidup tidak memberi pilihan lain selain berhenti.

Padahal, ada satu hal yang belum selesai.

Advertisement

Janji.

Janji seorang anak kepada almarhumah ibunya.

Janji untuk melanjutkan pendidikan. Janji untuk mengubah nasib. Janji yang kini tertahan—bukan karena tak ingin ditepati, tapi karena tak mampu dijangkau.

Ia tidak banyak bicara. Hanya sesekali terlihat termenung. Mungkin sedang menghitung ulang mimpinya. Mungkin juga sedang mencari cara agar janji itu tidak benar-benar hilang.

Di rumah neneknya, hari berjalan pelan. Kadang ada bantuan dari keluarga besar. Kadang tidak.

Tidak ada tuntutan. Tidak ada keluhan keras.

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.