Jakarta, katasulsel.com – Senin (30/3/2026) menjadi hari yang berat bagi bangsa Indonesia.

Praka Farizal Rhomadhon, atau yang akrab disapa Farizal R, prajurit TNI AD yang bertugas di bawah bendera UNIFIL, Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, telah gugur akibat serangan di wilayah konflik yang makin panas, dipicu eskalasi antara Iran dan Israel.

Farizal R. bukan sekadar prajurit. Ia adalah anak dari Padukuhan Ledok, Kelurahan Sidorejo, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta — sebuah kampung kecil yang kini menangis atas kepergiannya.
Dari kampung yang tenang itu, ia menapaki jalan pengabdian yang jauh lebih berbahaya dan mulia: menjaga perdamaian di medan konflik yang jauh dari tanah airnya.

Di Lebanon, konflik yang merebak antara Iran dan Israel menciptakan medan yang penuh ketidakpastian.

Pos-pos perdamaian sering berada di tengah lintasan serangan, di antara milisi bersenjata dan warga sipil yang terjebak kekerasan. Di sinilah Farizal R. menjalankan tugasnya: menenangkan warga, menengahi konflik lokal, dan menjaga agar perdamaian tetap bertahan, meski setiap langkah bisa menjadi taruhan nyawa.

Advertisement

Ucapan belasungkawa membanjiri media sosial.

“Engkau telah membuktikan cinta pada tanah air dan kemanusiaan hingga titik darah penghabisan. Engkau pulang sebagai syahid dan pahlawan sejati,” tulis salah satu rekan sejawatnya, sambil mengenang senyum hangat yang selalu ia tebarkan meski situasi tegang.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, doa dan simpati mengalir tanpa henti.
“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan hati, ketabahan, dan kemuliaan dalam menghadapi ujian berat ini. Semoga kesabaran dan keikhlasan senantiasa menyertai langkah kalian sekeluarga,” tulis seorang netizen, mewakili jutaan rakyat Indonesia yang merasakan duka yang sama.

Rencana pemakaman Farizal R. akan dilaksanakan di kampung halamannya di Kulon Progo, Yogyakarta.

Sebuah desa yang kini menjadi saksi bisu pengorbanan seorang pahlawan yang lahir dari tanah sederhana namun berani menapak jauh demi misi kemanusiaan di negeri orang.

Dalam pusaran konflik global yang melibatkan Iran dan Israel, dan di tengah gelombang kekerasan yang menghantam Lebanon, Farizal R. menjadi simbol bahwa keberanian, pengabdian, dan kemanusiaan bisa bersinar meski di tengah kegelapan perang.

Advertisement

Ia bukan hanya meninggalkan jejak bagi TNI, tetapi juga bagi seluruh bangsa yang menghargai kedamaian dan pengorbanan.

Selamat jalan, Praka Farizal Rhomadhon.
Pengabdianmu adalah kebanggaan kita semua. Namamu akan selalu hidup, terukir dalam sejarah dan sanubari rakyat Indonesia.

Allah Yarhamukum, Farizal R.
Aamiin Ya Rabbal Alamin.(*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.