Jakarta, katasulsel.com – Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, tak berhenti di satu titik. Usai ziarah di Sidrap, ia langsung melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Momentum ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Ini adalah rangkaian besar dalam memperingati Hari Jadi Bone (HJB) ke-696—dari daerah hingga ibu kota negara.

Di Sidrap, rombongan lebih dulu menggelar ziarah di makam We Tenri Pattuppu yang berada di Kecamatan Tellu Limpoe. Prosesi berlangsung khidmat, penuh penghormatan terhadap jejak sejarah.

Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, turut mendampingi. Ia menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar ritual, tetapi upaya merawat ingatan kolektif antara Bone dan Sidrap.

“Ini bagian dari sejarah panjang, termasuk dalam syiar Islam,” ujarnya.

Advertisement

Tak berhenti di situ, langkah dilanjutkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Di lokasi inilah pesan sejarah ditegaskan lebih luas.

Di jantung ibu kota, Wabup Bone memimpin langsung ziarah dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, termasuk La Pawawoi Karaeng Sigeri.

Lihat videonya disini, klik ini

Prosesi berlangsung dengan tata upacara militer di bawah komando Letkol Inf Ernies. Suasana sakral terasa kuat, menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar simbol, tetapi pijakan masa depan.

“Sejarah tidak boleh berhenti sebagai cerita. Ia harus hidup dalam tindakan,” menjadi pesan utama dalam rangkaian ziarah tersebut.

Yang menarik, kegiatan ini juga dihadiri diaspora Bone, termasuk tokoh dari luar negeri. Ini memperlihatkan bahwa identitas Bone tidak dibatasi wilayah.

Advertisement

Dari kalangan jurnalis, Dra. Andi Urfia Santi dan Andi Mulyati Pananrangi menekankan pentingnya menjaga sejarah sebagai ruang edukasi bagi generasi muda.

Rangkaian ziarah ini menjadi pesan kuat: Bone tidak melupakan asal-usulnya.

Dari Sidrap hingga Jakarta, satu hal ditegaskan—sejarah harus dijaga, diwariskan, dan dijadikan arah dalam membangun masa depan. (*)

Gambar berita Katasulsel