Jakarta, Katasulsel.com — Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) terus memperkuat jejaring profesional dengan dunia praktik akuntansi publik. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Ketua Program Studi Akuntansi UNUSIA, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, dalam kegiatan penarikan mahasiswa magang di Kantor Akuntan Publik (KAP) Bharata, Arifin, Mumajad & Sayuti (BAMS) yang berlokasi di Jakarta Selatan.
Kegiatan ini menandai berakhirnya program magang mahasiswa Akuntansi UNUSIA yang telah berlangsung selama 2,5 bulan. Sebanyak empat mahasiswa mengikuti program pemagangan tersebut dan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas profesional, khususnya dalam praktik audit laporan keuangan. Program ini menjadi bagian dari upaya Prodi Akuntansi UNUSIA dalam memperkuat pembelajaran berbasis praktik dan kebutuhan dunia kerja.
Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak menyampaikan bahwa kerja sama dengan KAP Bharata, Arifin, Mumajad & Sayuti akan terus dikembangkan secara berkelanjutan. “Kerja sama dengan KAP BAMS akan kita tingkatkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) hingga Implementation Agreement (IA). Cakupan kerja sama ke depan tidak hanya terbatas pada magang mahasiswa, tetapi juga meliputi kolaborasi pendidikan melalui kuliah praktisi, kolaborasi penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan Kantor Akuntan Publik merupakan elemen penting dalam mencetak lulusan akuntansi yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik dan keterampilan profesional. Prodi Akuntansi UNUSIA, lanjutnya, berkomitmen menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap dinamika profesi akuntan publik dan kebutuhan industri jasa keuangan.
Sementara itu, Akhmad Ali Sodikin, S.M., M.Ak, selaku Senior Auditor KAP Bharata, Arifin, Mumajad & Sayuti, mengapresiasi pelaksanaan program pemagangan bersama Prodi Akuntansi UNUSIA. Ia menilai mahasiswa magang menunjukkan etos kerja yang baik, kemampuan analitis yang memadai, serta kemauan belajar yang tinggi selama proses pemagangan. “Kami sepakat untuk mengembangkan kerja sama ini ke tingkat MoU hingga IA agar kolaborasi dapat berlangsung lebih luas dan berkesinambungan,” ujarnya.
Para mahasiswa peserta magang mengaku memperoleh pengalaman yang sangat berharga, khususnya dalam memahami praktik audit secara langsung, mulai dari perencanaan audit hingga penyusunan kertas kerja. Melalui penguatan kerja sama ini, Prodi Akuntansi UNUSIA berharap dapat terus meningkatkan kualitas lulusan dan kontribusi nyata bagi pengembangan profesi akuntansi di Indonesia.(*)






Tinggalkan Balasan