Edy Basri EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 370 Lihat semua

Catatan Akhir Pekan Broo

“Alakoo” bukan sekadar ungkapan khas yang kerap dilontarkan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, dalam berbagai kesempatan.

Dalam konteks capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidrap tahun 2025 yang mencapai angka 75,49—tertinggi dalam tujuh tahun terakhir—istilah itu menemukan maknanya: ada perubahan nyata yang sedang dirasakan masyarakat.

IPM yang masuk kategori tinggi ini bukan angka kosong. Ia berbicara tentang warga Sidrap yang kini hidup lebih sehat, memiliki akses pendidikan yang semakin baik, serta daya beli yang terus menguat.

Kenaikan 0,68 poin dibandingkan tahun sebelumnya, sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan bahwa pembangunan manusia di Sidrap bergerak ke arah yang benar dan konsisten selama enam tahun terakhir.

Menempatkan Sidrap di peringkat ke-7 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan adalah capaian yang patut diapresiasi. Namun yang lebih penting, capaian ini hadir di fase awal kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif, yang baru sekitar 11 bulan menakhodai pemerintahan daerah.

Dalam waktu relatif singkat, arah kebijakan pembangunan tampak semakin fokus pada sektor-sektor dasar yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

Sebagai pemimpin daerah, Syaharuddin

Alrif berulang kali menegaskan bahwa IPM bukan sekadar indikator statistik, melainkan cermin kualitas hidup rakyat.

Pendidikan yang lebih terjangkau, layanan kesehatan yang semakin baik, serta peluang ekonomi yang lebih terbuka menjadi fondasi utama dalam membangun Sidrap yang berdaya saing.

Di sinilah istilah “Alakoo” menemukan relevansinya. Ia menjadi simbol optimisme dan keyakinan bahwa Sidrap sedang bergerak maju—bukan hanya di atas kertas, tetapi juga dalam realitas kehidupan warganya.

Ketika IPM meningkat, itu berarti pembangunan mulai dirasakan dari rumah ke rumah, dari sekolah ke sekolah, dan dari pasar ke pasar.

Catatan redaksi akhir pekan ini melihat, IPM 75,49 adalah pijakan penting, bukan tujuan akhir.

Tantangan ke depan masih ada, namun dengan kepemimpinan yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan, Sidrap memiliki modal kuat untuk melangkah lebih jauh.

Alakoo—Sidrap hari ini menunjukkan arah menuju masyarakat yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih sejahtera. (edy)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.