📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppNusantara, Katasulsel.com – Momentum bersejarah kembali tercatat di Ibu Kota Nusantara (IKN). Shalat Jum’at perdana di Masjid Negara IKN yang bertepatan dengan Jum’at pertama bulan Ramadan 1447 H berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Ribuan jamaah memadati ruang utama masjid dalam suasana religius yang sarat makna kebangsaan dan spiritualitas.
Shalat Jum’at tersebut dipimpin oleh Ustadz H. Martomo Malaing, SQ., M.A, seorang Alumni Pondok Pesantren As’adiyah yang dipercaya menjadi imam pada momen bersejarah ini. Sementara khutbah Jum’at pertama di Masjid Negara IKN disampaikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.
Kehadiran Menteri Agama sebagai khatib sekaligus menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dalam membangun IKN tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang berlandaskan nilai-nilai spiritual dan moral. Dalam khutbahnya, beliau menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas, persaudaraan, dan keadaban publik dalam membangun bangsa.
Shalat Jum’at perdana ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan Masjid Negara IKN sebagai pusat kegiatan keagamaan nasional. Antusiasme jamaah terlihat sejak sebelum pelaksanaan shalat dimulai, mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap peran masjid sebagai ruang pemersatu umat di ibu kota baru.
Statement Ustadz H. Martomo Malaing, SQ., M.A
“Alhamdulillah, ini adalah amanah besar sekaligus kebanggaan bagi saya sebagai Alumni As’adiyah. Menjadi imam pada Shalat Jum’at perdana di Masjid Negara IKN bukan sekadar tugas ritual, tetapi juga simbol kesinambungan tradisi keilmuan pesantren dalam mengawal peradaban. Semoga masjid ini menjadi pusat lahirnya generasi berakhlak mulia dan berintegritas dalam membangun Nusantara.”
Menurut Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, Menteri Agama RI “Masjid Negara IKN harus menjadi episentrum nilai-nilai spiritual kebangsaan. Ramadan mengajarkan kita tentang kejujuran, kedisiplinan, dan pengendalian diri. Inilah fondasi moral yang harus kita bawa dalam membangun Ibu Kota Nusantara. Pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan ruhani agar IKN menjadi kota yang tidak hanya modern, tetapi juga beradab.”
Pelaksanaan Shalat Jum’at perdana ini menandai babak baru kehidupan keagamaan di IKN. Kolaborasi ulama, pesantren, dan pemerintah menjadi cerminan sinergi dalam membangun ibu kota yang berkarakter Indonesia: religius, inklusif, dan berorientasi masa depan.






Tinggalkan Balasan