Sidrap, katasulsel.com — Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mencuri perhatian setelah mencatat lonjakan hingga 7,71 persen pada tahun 2025, naik signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya yang berada di kisaran 4 persen.
Di balik angka tersebut, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyiapkan sebuah strategi pembangunan ekonomi yang diyakini mampu menjaga bahkan meningkatkan laju pertumbuhan daerah pada tahun-tahun mendatang.
Strategi itu menjadi arah kebijakan pembangunan Sidrap ke depan, terutama untuk memperkuat sektor-sektor yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Sidrap sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan dan peternakan terbesar di Sulawesi Selatan, dengan komoditas utama seperti padi, beras, ayam ras, anak ayam (DOC), serta telur ayam.
Produksi dari sektor tersebut tidak hanya menopang ekonomi daerah, tetapi juga menjadi pemasok kebutuhan pangan di berbagai wilayah.
Bupati Syaharuddin Alrif mengatakan, pemerintah daerah saat ini
“Kita ingin potensi yang ada di Sidrap tidak berhenti pada produksi saja, tetapi mampu memberi dampak ekonomi yang lebih luas,” kata Syaharuddin.
Selain sektor pangan, Sidrap juga memiliki kekuatan lain di bidang energi terbarukan, salah satunya melalui keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, yang dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia.
Kombinasi sektor pertanian, peternakan, dan energi inilah yang diyakini menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, di balik strategi besar tersebut, Syaharuddin ternyata menyiapkan sebuah konsep pembangunan yang ia sebut sebagai TPH.
Lalu apa itu TPH ala Syahar, sapaan akrab Bupati Sidrap?



Tinggalkan Balasan