MAKASSAR, katasulsel.com — Transaksi tak lagi butuh tatap muka. Cukup ponsel. Cukup satu titik lokasi. Barang ditinggal—pembeli datang.

Sistem “tempel”.

Rapi. Senyap. Sulit dilacak.

Tapi kali ini, pola itu terbongkar. Dan arahnya mengarah ke tempat yang tak biasa: balik jeruji.

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan kini mendalami dugaan jaringan narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas Narkotika Bolangi Sungguminasa.

Kasus ini bukan berdiri sendiri.

Ia berangkat dari operasi lapangan yang dilakukan BNN Kabupaten Tana Toraja pada 22–24 Maret 2026.

Hasilnya: 10 orang diamankan.

Bukan angka kecil.

Mereka tersebar di Toraja, Toraja Utara, hingga Enrekang. Rantai distribusinya panjang. Wilayah operasinya luas.

Dari jumlah itu, tujuh orang terindikasi bagian dari jaringan yang lebih besar—yang jejaknya mengarah ke dalam lapas.

“Iya benar, ada tujuh orang yang dicurigai jaringan lapas,” kata Ustim Pangarian.

Satu nama mencuat.

Inisial K.

Profilnya tidak biasa. Bukan residivis. Bukan juga pemain lama di jalanan.

Ia tercatat sebagai pegawai kontrak di lingkungan Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja.

Namun dari ponselnya, petugas menemukan komunikasi intens dengan seseorang yang diduga berada di dalam lapas.

Tes urine menunjukkan K positif sabu.

Barang bukti? Tidak ditemukan saat penangkapan.

Tapi jejak digital berbicara lebih banyak.

Modusnya sederhana, tapi efektif.

Barang tidak diserahkan langsung.

Lokasi ditentukan.

Pembeli datang sendiri.

Pengedar cukup memberi instruksi—bahkan dari dalam sel.

Inilah pola baru: kendali jarak jauh.

Ardiansyah, Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulsel, memastikan penyelidikan akan terus dikembangkan.

“Pasti kita lakukan pengembangan ke sana,” ujarnya.

Artinya jelas: pintu ke dalam lapas mulai diketuk.

Namun dari sisi lain, respons berbeda datang.

Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, mengaku belum menerima informasi resmi terkait dugaan tersebut.

Belum ada nama narapidana yang disebut.

Belum ada koordinasi formal.

Gambar berita Katasulsel