📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppSidrap, katasulsel.com — Sidrap lagi-lagi bikin kejutan. Bukan soal panen raya. Bukan pula soal politik anggaran. Kali ini yang bikin heboh adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Sidenreng Rappang.
Tahun 2025, Dinkes resmi jadi OPD Berprestasi I dengan penghargaan terbanyak. Istilah anak sekarang: hattrick terus. Gaspol tanpa rem.
Kalau ini balapan, Dinkes sudah di tikungan terakhir sementara yang lain masih pemanasan.
Prestasi itu bukan konten gimmick. Bukan sekadar pencitraan musiman. Tapi hasil kerja maraton—dari puskesmas, rumah sakit, hingga program promotif dan preventif yang jalan terus tanpa jeda.
Di balik deretan piagam itu ada satu kata: totalitas.
Pelayanan kesehatan digarap serius. Profesional. Akuntabel. Dan tetap pro rakyat. Karena urusan kesehatan bukan perkara bisa ditunda. Bukan juga urusan yang bisa di-PHP.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, Dr Ishak Kenre, SKM, M.Kes, memilih merespons capaian ini dengan nada kalem. Tidak jumawa. Tidak over confidence.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran. Mulai dari tenaga kesehatan di puskesmas, tim manajemen, hingga dukungan lintas sektor. Kami hanya menjalankan amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut bukan garis finis. Justru menjadi alarm agar kinerja tidak kendor.
“Ini motivasi untuk terus berbenah. Inovasi harus jalan. Standar pelayanan harus meningkat. Kepercayaan masyarakat harus dijaga,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya semangat SAROMASE sebagai fondasi kerja. Dipadu dengan komitmen “Tanam – Panen – Hilirisasi”. Bagi Ishak, filosofi itu bukan sekadar slogan.
“Kita tanam program yang terukur, kita panen hasilnya melalui indikator yang jelas, lalu kita hilirisasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Itu prinsip kami,” jelasnya.
Sinergi, lanjutnya, menjadi kunci. Tanpa kolaborasi, mustahil capaian sebesar ini diraih.
Dan memang, Dinkes Sidrap sedang dalam mode on fire. Di tengah tantangan isu stunting, penyakit menular, hingga perubahan pola hidup masyarakat, mereka memilih untuk tidak defensif. Tapi ofensif. Sat-set tapi tetap terukur.
Rak penghargaan boleh penuh. Tapi fokus tetap satu: pelayanan prima.
Tahun 2025 jadi panggung pembuktian. Dinkes Sidrap bukan sekadar ikut lomba. Mereka juaranya. Dan pesan Dr Ishak jelas: jangan cepat puas. Karena di dunia kesehatan, lengah sedikit saja, dampaknya bisa panjang. (*)






Tinggalkan Balasan