Makassar, katasulsel.com – Ada kabar duka yang menyelimuti jajaran Pemerintah Kota Makassar. Drs. H. Andi Muhammad Yasir, M.Si, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menghembuskan napas terakhir Sabtu dini hari setelah berjuang melawan kondisi kesehatan yang menurun.
Sebelumnya, almarhum dirawat intensif di Stroke Center Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Jalan Panto Dg. Pasewang. Mulai Kamis, 26 Februari 2026, Yasir sudah berada di ruang perawatan, setelah kesehatannya menurun drastis usai menghadiri agenda resmi di Medan.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemkot Makassar, Akhmad Namsum, membenarkan kabar duka ini. “Innalillahi wainnailaihi rajiun… Asisten I Pemkot Makassar telah meninggal dunia sesudah salat Subuh pagi ini. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga diberi ketabahan serta kesabaran,” ujarnya dengan nada sedih.
Birokrat yang dikenal santun, berdedikasi tinggi, dan memiliki komitmen kuat dalam pelayanan publik ini meninggalkan jejak yang jelas di Pemerintah Kota Makassar. Dari urusan ketertiban, pemerintahan umum, hingga pelayanan masyarakat, Yasir selalu berada di garis depan, memastikan roda pemerintahan berjalan lancar.
Kabar ini menyentak rekan-rekan kerjanya. Seorang pegawai yang biasa bekerja dekat dengan almarhum sempat bergumam, “Pak Yasir itu selalu hadir sebelum orang lain datang. Kalau beliau bilang ‘selesai’, kita percaya semua aman.” Senyum ringan itu kini berubah menjadi duka.
Jasad almarhum disemayamkan di kediamannya sebelum diberangkatkan ke Taman Pemakaman Panaikang. Rencananya, pemakaman berlangsung pukul 16.00 WITA. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dijadwalkan melepas jenazah, sebuah penghormatan simbolik atas pengabdian panjang Yasir di Pemkot Makassar.
Sejenak, Makassar berhenti sejenak, mengenang birokrat yang tak banyak bicara tapi selalu hadir di momen penting. Kepergian Andi Muhammad Yasir meninggalkan ruang kosong di hati kolega dan masyarakat—sebuah kehilangan bagi yang menyaksikan kerja kerasnya, santun dan tulus, hingga akhir hayat.
Dan seperti yang sering terlihat dalam keseharian almarhum: kerja keras tanpa henti, senyum tulus untuk masyarakat, dan komitmen yang tak pernah luntur. Makassar kini kehilangan satu figur birokrat yang menjadi contoh nyata dedikasi untuk kota ini.

Tinggalkan Balasan