KENDARI – Kota Kendari lagi-lagi mencuri perhatian. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis daftar Daerah Teknologi Termaju di Sulawesi 2026, dan Kendari berhasil meraih skor sempurna 5,0. Posisi puncak ini ditempati secara bersamaan dengan Makassar, Manado, dan Parepare, tapi Kendari tetap jadi sorotan utama.
Empat kota ini ibarat empat bintang digital yang sama-sama bersinar. Namun, Kendari tampil beda karena transformasi digitalnya terasa langsung oleh warga, mulai dari layanan publik yang cepat, transparan, hingga integrasi data yang mulus di seluruh OPD.
BRIN menilai daerah-daerah ini berdasarkan indikator tajam: kemajuan infrastruktur digital, penguatan ekosistem riset, serta pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Skor maksimal yang diraih Kendari bukan hanya angka—ini bukti nyata percepatan pembangunan berbasis teknologi yang konsisten.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan, pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah dan dukungan masyarakat. “Alhamdulillah, Kendari kini bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi, tapi menjadi laboratorium teknologi Sulawesi. Layanan publik lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Ini nyata, dirasakan oleh warga setiap hari,” ujarnya Selasa (3/3/2026).
Makassar, Manado, dan Parepare juga ikut mencetak skor sempurna 5,0, menunjukkan bahwa kompetisi teknologi Sulawesi sedang panas. Tapi Kendari menonjol karena fokus pada implementasi nyata, bukan sekadar laporan statistik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kendari, Sahuriyanto Meronda, menambahkan, “Skor ini bukan kerja satu pihak. Kolaborasi seluruh OPD, integrasi aplikasi layanan, penguatan jaringan, dan keamanan data jadi kunci. Kendari ingin digitalisasi benar-benar terasa oleh masyarakat, bukan cuma angka di laporan.”
Selain empat kota utama, beberapa daerah lain seperti Gorontalo, Tomohon, dan Palopo juga masuk daftar dengan skor tinggi, menandakan gelombang inovasi digital mulai merata di Sulawesi. Tapi Kendari tetap menjadi benchmark, kota yang menunjukkan bahwa transformasi digital bisa menyentuh seluruh aspek pemerintahan dan pelayanan publik.
Kini, berjalan di Kendari, sensasi digital sudah terasa: papan pengumuman elektronik, aplikasi layanan terpadu, dan sistem pengaduan cepat. Smart city bukan lagi jargon, tapi pengalaman nyata sehari-hari bagi warga. Kendari membuktikan bahwa ia bukan hanya mengikuti arus digitalisasi, tapi menyalakan gelombang sendiri.
Dengan fondasi kuat ini, Kendari optimistis mempertahankan prestasi, mendorong inovasi baru, dan memperkuat layanan publik agar selalu gesit, transparan, dan berpihak pada masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan