Lentini Prananta — Sumut Editor
Redaktur Katasulsel.com, mengawal isu publik dan pembangunan daerah
Artikel: 19 Lihat semua

MEDAN — Tidak sekadar buka puasa. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sumatera Utara menjadikan momentum Ramadhan sebagai panggung konsolidasi.

Istilah populernya: gaspol.

Selasa, 17 Maret 2026, di Sekretariat HIPMI Sumut, Jalan Bima Sakti, Medan, agenda silaturahmi dan buka puasa bersama digelar. Tapi substansinya lebih dalam: menyatukan kekuatan pengusaha muda dan pemerintah.

Di Medan, kegiatan ini menjelma menjadi ruang strategis. Bukan hanya temu ramah, tapi juga pertemuan ide, peluang, dan arah kebijakan ekonomi daerah.

Bukan Seremonial Biasa

Sejumlah tokoh hadir. Dari perwakilan pemerintah daerah hingga pelaku usaha lintas sektor. Sinyalnya jelas: kolaborasi mulai dikunci.

Atmosfer Ramadhan memberi nuansa berbeda. Hangat, tapi serius.

Diskusi mengalir. Jaringan diperkuat. Komunikasi dibuka lebar.

HIPMI Sumut ingin memastikan bahwa pengusaha muda tidak berjalan sendiri. Pemerintah harus jadi mitra. Bukan sekadar regulator.

Pesan Tegas: Kolaborasi atau Tertinggal

Perwakilan HIPMI Sumut menegaskan, ekonomi daerah tidak bisa dibangun parsial.

“Ini bukan sekadar silaturahmi. Ini langkah nyata membangun jaringan kuat yang berdampak langsung,” tegasnya.

Bahasanya lugas. Tanpa basa-basi.

Di tengah dinamika ekonomi, kolaborasi jadi kunci. Tanpa itu, pertumbuhan hanya jadi wacana.

Dari Spiritualitas ke Strategi

Agenda semakin lengkap dengan tausiyah dan doa bersama. Tapi justru di situlah letak kekuatannya.

Spiritualitas bertemu strategi.

Kebersamaan tidak hanya terasa di meja makan, tapi juga dalam visi.

Saat adzan berkumandang, suasana cair. Tapi misi tetap sama: memperkuat fondasi ekonomi daerah.

HIPMI Ambil Peran

Sebagai organisasi pengusaha muda, HIPMI Sumatera Utara menegaskan diri sebagai motor penggerak.

Targetnya jelas:

Pengusaha muda harus adaptif

Inovatif

Berdaya saing tinggi


Bukan hanya bertahan, tapi memimpin.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Lebih dari itu—menjadi tradisi produktif yang melahirkan kolaborasi nyata.

Di Sumatera Utara, sinyalnya sudah terlihat.

Pengusaha muda mulai satu barisan. Pemerintah mulai seirama.

Dan HIPMI? Sudah tancap gas lebih dulu.

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.