Harianto — Sulsel Editor
Redaktur Katasulsel.com, mengawal isu publik dan pembangunan daerah
Artikel: 238 Lihat semua

Sidrap, katasulsel.com — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai lumbung beras modern Indonesia Timur. Kamis (12/3/2026), Bupati Syaharuddin Alrif memimpin kunjungan kerja Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, ke kawasan industri penggilingan beras di Kecamatan Baranti.

Sejak pagi, puluhan truk berjejer di halaman pabrik, siap mengangkut ribuan karung beras yang baru diproses. Rak gabah menggunung, pekerja sibuk memeriksa kualitas, dan sopir truk memastikan pengiriman lancar. Suasana yang biasanya rutin, hari itu terasa istimewa.

Di tengah keramaian, Amalia tak bisa menahan kekagumannya. “Wah, ini luar biasa,” ujarnya spontan saat melihat skala produksi dan distribusi beras Sidrap. Puluhan pabrik modern, ratusan tenaga kerja, dan ratusan truk yang bergerak setiap hari memang membuat siapa pun terpana.

Bupati Syaharuddin Alrif menjelaskan bahwa Sidrap kini memiliki sekitar 280 unit pabrik penggilingan beras besar, sebagian sudah menggunakan teknologi modern untuk pengeringan, pemisahan, dan pengemasan. Salah satu yang dikunjungi, PB Sejati, mampu menghasilkan 320 ton beras per hari, setara dengan 16.000 karung.

“Setiap hari, sekitar 100 truk beras meninggalkan Sidrap menuju Makassar, Kendari, Balikpapan, Manado, dan kota-kota lain di Indonesia Timur. Ini bukti Sidrap

benar-benar menjadi lumbung beras modern,” ujar Syaharuddin, disambut tepuk tangan petani dan pekerja pabrik.

Yang unik, keberhasilan ini bukan hanya soal jumlah produksi, tapi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Ribuan petani memasok gabah, pabrik menyerap tenaga kerja lokal, dan distribusi melibatkan transportasi Sidrap. Dari ladang hingga truk berangkat ke kota, hampir seluruh mata rantai ekonomi merasakan manfaatnya.

“Ini bukan sekadar industri, tapi mesin penggerak ekonomi lokal,” kata Bupati. “Sektor ini menurunkan angka kemiskinan sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga di desa-desa.”

Amalia menekankan bahwa pencapaian Sidrap bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Produksi beras masif tidak hanya menopang pasar lokal, tapi juga mendukung program pemerintah seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan nasional.

“Sidrap menunjukkan bagaimana pertanian dan industri modern berjalan seiring, menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Amalia.

Bupati menambahkan, keberhasilan ini harus terus dipertahankan. Sidrap bukan hanya pusat produksi beras, tapi juga simbol kemajuan ekonomi yang memberdayakan masyarakat. Dari petani gabah hingga pekerja pabrik, semua menjadi bagian dari cerita sukses lumbung beras modern Sidrap. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.