“Ini refleksi. Yang tinggi jadi motivasi. Yang rendah jadi bahan evaluasi. Semua untuk pelayanan yang lebih baik,” katanya.

Sistemnya dibuat ketat. Satu ponsel. Satu IP. Satu suara.

Tak heran, warga mulai bergerak. Saling ajak. Saling dukung.

Polling ini pelan-pelan berubah. Bukan sekadar angka.

Tapi gengsi.

Dan lebih dari itu.

Ini tentang siapa yang benar-benar hadir untuk rakyat. (*)

Gambar berita Katasulsel