Sidrap, Katasulsel.com — Ekonomi bergerak, peluang terbuka. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat inflasi tahunan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencapai 5,73 persen pada Maret 2026, tertinggi di Sulawesi Selatan.

Lonjakan ini dipicu oleh harga emas perhiasan naik 1,25 persen dan tarif listrik 1,12 persen, disertai kenaikan beberapa kebutuhan pokok seperti daging ayam, telur, beras, dan ikan bandeng.

Kondisi ini menunjukkan masyarakat Sidrap masih memiliki daya beli yang kuat, ekonomi bergerak dinamis, dan sektor perdagangan lokal aktif. Sedangkan kota Palopo mencatat inflasi lebih stabil, 2,81 persen.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Sidrap kini berada di 109,76, angka yang menandakan aktivitas ekonomi di kabupaten ini padat dan produktif.

Beberapa sektor justru memberi “bonus” bagi masyarakat, seperti pakaian dan alas kaki turun 0,9 persen, peralatan rumah tangga 0,34 persen, serta jasa komunikasi dan keuangan minus 0,12 persen.

Secara bulanan, inflasi Sidrap naik 0,59 persen, dengan cabai rawit dan tomat sebagai kontributor utama—tanda perputaran ekonomi di pasar tradisional Sidrap berjalan hidup.

BPS mengingatkan pentingnya pemantauan harga dan kesadaran masyarakat dalam penggunaan energi, sekaligus memanfaatkan peluang investasi emas yang nilainya sedang meningkat.

Sidrap kini bukan sekadar catatan statistik. Sidrap adalah kabupaten dengan ekonomi bergerak, masyarakat aktif berbelanja, dan pasar hidup. Lonjakan harga ini justru menjadi indikator kemajuan ekonomi lokal dan daya beli warga yang sehat. (*)

Gambar berita Katasulsel