Katasulsel.com — Tidak semua kisah cinta harus dirayakan dengan hiruk-pikuk. Ada yang memilih diam-diam, jauh dari kebisingan, lalu mengikat janji di tempat yang tenang. Begitulah Ranty Maria dan Rayn Wijaya menandai babak baru hidup mereka.

Senin siang, 26 Januari 2026, keduanya resmi menyandang status suami istri. Bukan di ibu kota. Bukan pula di ballroom megah. Mereka terbang ke Bali—mencari ruang yang lebih jujur untuk sebuah ikrar sehidup semati.

Prosesi pemberkatan berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB. Terbuka. Di alam. Laut menjadi saksi, angin menjadi pengiring. Debur ombak memantul pelan, seolah ikut menjaga kesakralan momen itu.

Tema pernikahan luar ruangan memberi suasana haru yang tidak dibuat-buat. Tidak berlebihan. Tidak riuh. Hanya dua manusia yang berdiri saling berhadapan, dengan semesta sebagai latar.

Rayn Wijaya mengawali sumpahnya dengan pujian sederhana—tanpa metafora rumit. Ia menatap Ranty, lalu mengucapkan kalimat yang terdengar jujur karena tidak berusaha indah.

“Bagi aku, kamu adalah wanita tercantik, termanis, terlucu,” ucapnya.

Namun justru di tengah suasana khidmat itulah, Rayn menyelipkan humor kecil yang mengundang tawa. Bukan janji membangun istana. Bukan sumpah menaklukkan dunia. Melainkan sesuatu yang sangat personal.

“Aku akan berjanji menggaruk punggung kamu biar kamu bisa tidur nyenyak.”

Ranty tertawa. Hadirin ikut tersenyum. Pernikahan mendadak terasa sangat manusiawi.

Rayn lalu melanjutkan. Masih dengan nada ringan, masih dengan janji yang membumi.

“Aku juga akan bilang ‘I love you’ setiap hari,” katanya, sambil menyinggung kebiasaan kecil Ranty yang kerap memastikan perasaan itu.

Janji-janji itu mungkin terdengar remeh. Tapi justru di sanalah kekuatannya. Pernikahan tidak selalu tentang hal besar. Kadang ia bertahan karena perhatian kecil yang diulang setiap hari.

Kisah cinta Ranty dan Rayn sendiri bukan cerita instan. Mereka bertemu di lokasi syuting sinetron Cahaya Terindah pada 2019. Dari sana, chemistry di layar pelan-pelan menjelma menjadi perasaan nyata.

Hubungan itu resmi pada 2020. Empat tahun berjalan tanpa banyak drama. Tanpa sensasi. Sunyi dari gosip negatif—sebuah kemewahan di dunia hiburan.

Rayn melamar Ranty pada April 2024 di Disneyland Tokyo. Momen itu sempat viral. Negeri Sakura menjadi saksi awal kesungguhan. Bali kini menjadi penutupnya—atau justru awal yang sesungguhnya.

Sore harinya, pasangan ini menggelar resepsi makan malam yang intim. Tetap di lokasi yang sama. Tetap dengan suasana hangat.

Tidak semua cinta butuh sorotan besar. Ada yang cukup dengan laut, janji sederhana, dan keberanian untuk tumbuh bersama. Ranty dan Rayn memilih jalan itu.(*)