📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Sidrap, katasulsel.com — Polisi kini tidak hanya menjaga keamanan.
Mereka juga menjaga pangan.

Di Sulawesi Selatan, Polda menanam jagung 812 hektar pada kuartal pertama 2026. Angkanya besar. Petanya panjang. Tapi dari semua titik itu, ada satu yang menarik perhatian: Sidrap.

Di bawah kepemimpinan Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, lahan jagung seluas 26 hektar ditanami. Bukan terbesar. Tapi jelas: bergerak, bukan menunggu.

Ini penting.

Karena program ketahanan pangan sering gagal bukan karena kekurangan lahan, melainkan karena kekurangan komando. Sidrap menunjukkan sebaliknya. Instruksi pusat tidak berhenti di meja. Ia turun ke tanah. Harfiah.

Jagung ditanam di berbagai jenis lahan binaan Polri: lahan Polri sendiri, PTPN, kehutanan, lahan baku sawah, hingga pesantren. Modelnya bukan seragam. Tapi tujuannya sama: menambah stok, mengurangi ketergantungan.

Kapolres Sidrap membaca program ini bukan sebagai formalitas tahunan. Tapi sebagai bagian dari tugas sosial Polri. Polisi hadir bukan hanya saat konflik, tapi juga saat pangan jadi isu strategis.

Karo SDM Polda Sulsel, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, menyebut penanaman jagung ini merupakan perintah langsung pimpinan pusat. Targetnya jelas: Polda Sulsel ikut menyuplai swasembada jagung 2026.

Sidrap menangkap pesan itu dengan cepat.

Di lapangan, polisi penggerak dilibatkan. Gugus tugas ketahanan pangan bekerja. Data diperbarui. Lahan ditambah. Tidak menunggu seremoni. Tidak sibuk klaim.

Dalam peta besar Sulsel, memang ada daerah yang menanam ratusan hektar. Tapi Sidrap punya nilai lebih: konsistensi dan kepemimpinan operasional.

AKBP Dr. Fantry Taherong membawa pendekatan yang khas: tenang, teknis, dan terukur. Tidak banyak slogan. Lebih banyak kerja. Di Sidrap, polisi tidak hanya bicara ketahanan pangan—mereka menanamnya.

Program ini akan terus berkembang. Lahan akan bertambah. Target akan naik. Tapi satu hal sudah jelas: Polres Sidrap tidak berada di barisan penonton.

Di tengah krisis pangan global, jagung memang hanya satu komoditas. Tapi dari jagung, kita bisa membaca arah kepemimpinan.

Dan di Sidrap, arah itu sedang tumbuh—sebaris demi sebaris, di bawah matahari, dijaga polisi. (*)