📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppSidrap, Katasulsel.com — Secara logika organisasi, pelantikan pengurus tingkat provinsi idealnya digelar di Makassar. Ibu kota Sulawesi Selatan itu adalah episentrum pemerintahan, bisnis, dan tentu saja—media. Tapi Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulsel memilih jalan berbeda. Sabtu siang, 14 Februari 2026, pelantikan justru dipusatkan di Aula Taman Wisata Puncak Bila, Sidrap.
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Ada faktor history yang tak bisa dilepaskan.
KJI Sulsel di bawah kepemimpinan Edy Basri—bersama Muh Tohir (Sekretaris) dan Ersan (Bendahara)—memang sengaja “pulang kampung”. Edy lahir dan besar di Kabupaten Sidenreng Rappang, daerah yang dikenal dengan julukan “Kota Beras”. Di sanalah jejak awal perjalanan jurnalistiknya tumbuh.
“Alhamdulillah, Pak Ketum DPP dan Pak Ketua KJI Nasional sudah mendarat di Makassar malam ini. Besok siang keduanya langsung ke Puncak Bila dijemput oleh panitia pelantikan,” ujar Edy Basri, Kamis malam, 12 Februari 2026.
Yang datang bukan nama sembarangan. Ketua Umum DPP KJI Andarizal akan melantik langsung kepengurusan KJI Sulsel, didampingi Ketua KJI Nasional Nurfandri. Keduanya juga didaulat sebagai pembicara utama dalam sesi talkshow yang menjadi pembuka acara. Format ini memberi sinyal: KJI Sulsel ingin lebih dari sekadar seremoni—mereka ingin diskursus.
Persiapan disebut sudah 90 persen. Artinya, panggung sudah hampir siap. Tinggal hitung jam.
Tema yang diusung pun cukup “berisi”: Jurnalisme Kolaboratif untuk Sulsel yang Transparan dan Berkemajuan. Di tengah lanskap media yang kian kompetitif dan fragmentatif, diksi kolaboratif terasa seperti tawaran jalan tengah—mengurangi ego sektoral, memperkuat jejaring, dan membangun trust publik.
Sebelumnya, DPP KJI memberikan mandat kepada Edy Basri untuk membentuk kepengurusan di Sulawesi Selatan. Mandat itu kini menjelma menjadi struktur resmi yang siap bekerja.
Memilih Sidrap ketimbang Makassar adalah pesan simbolik. Bahwa pusat bukan selalu soal geografis. Bahwa energi perubahan bisa dimulai dari daerah. Dari “Kota Beras” itulah, KJI Sulsel ingin menanam benih kolaborasi—untuk kemudian tumbuh menjangkau seluruh penjuru provinsi.
Sabtu nanti, Puncak Bila bukan hanya menjadi lokasi pelantikan. Ia bisa menjadi titik tolak—bahwa jurnalisme Sulsel sedang mencari format baru: lebih cair, lebih terbuka, dan tentu saja, lebih berkemajuan. (*)






Tinggalkan Balasan