Usai sesi utama, istri Atox Dg Sila itu berkeliling menyapa pelaku UMKM. Swafoto? Jangan ditanya. Antrean panjang.

Nengsi, warga Kecamatan Tempe, tak bisa menyembunyikan kagumnya.
“Mulus sekali mukanya, berkilau. Baru pertama kali lihat langsung Bu Owner, cantik,” ujarnya sumringah.

Ketua Panitia WARE 2026, Muhammad Justiwal Arif, menyebut FF memang sengaja dihadirkan sebagai magnet acara.

“Kita tahu Bu Owner ini dermawan, suka berbagi, dan ilmunya juga dibagikan ke warga Wajo,” katanya.

Kontras dengan Kasus MH Cosmetic

Menariknya, kehadiran FF di Wajo terjadi saat owner MH Cosmetic, Mira Hayati, tengah berupaya lepas dari jeratan hukum.

Mira Hayati sebelumnya divonis dua tahun penjara dalam kasus peredaran skincare ilegal mengandung merkuri. Putusan kasasi Mahkamah Agung Nomor 12016 K/PID.SUS/2025 telah berkekuatan hukum tetap.

Kini, melalui kuasa hukumnya, ia berencana mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Eksekusi terhadap Mira dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Kepala Kejati Sulsel, Didik Farkhan Alisyahdi, menegaskan tak ada perlakuan istimewa.

“Tidak ada perlakuan khusus bagi siapa pun. Hukum harus ditegakkan secara profesional,” tegasnya.

Vonis tersebut merujuk Pasal 435 UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Hukuman dua tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider dua bulan kurungan dijatuhkan di tingkat kasasi.

Di tengah dinamika itu, FF justru tampil memperkuat citra: kualitas, edukasi, dan berbagi.

Wajo Jadi Spotlight

WARE 2026 bukan cuma soal expo Ramadhan. Ini panggung ekonomi kreatif. Panggung UMKM. Panggung branding.

Dan malam itu, FF sukses bikin Wajo jadi spotlight.

Bersambung…