📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppSIDRAP, Katasulsel.com — Fakultas Sains dan Teknologi (FAST) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) turut ambil bagian dalam memeriahkan Festival Tani Ternak (FTT) 2026 yang berlangsung di pelataran Monumen Ganggawa, Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sidrap ini berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 10–12 Februari 2026, dan dibuka langsung oleh Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, pada Selasa malam (10/2/2026).
Festival tersebut diikuti berbagai peserta, mulai dari penyedia sarana produksi peternakan dan pertanian, organisasi terkait, penyedia alat dan mesin pertanian (alsintan), produsen pupuk, penggilingan swasta, hingga BUMN seperti Perum Bulog. Dalam ajang ini, UMS Rappang melalui FAST menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang ikut berpartisipasi.
Pada kesempatan tersebut, FAST menghadirkan satu stand pameran yang menampilkan berbagai produk hasil pertanian, peternakan, dan olahan, di antaranya pakan ikan, ikan bandeng tanpa tulang, maggot, kopi Toraja, selai nanas, tanaman lombok, hingga kompos.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Perikanan (HIMAPRI) FAST, Rendi Kurniawan, mengatakan partisipasi ini melibatkan seluruh program studi di lingkup FAST, yakni Agribisnis, Agroteknologi, Peternakan, Perikanan, dan Teknologi Hasil Pertanian.
“Semua prodi ikut terlibat dalam pameran ini. Kami ingin memperkenalkan hasil riset, produk olahan, dan potensi mahasiswa FAST kepada masyarakat,” ujar Rendi.
Ia menambahkan, sejumlah pengunjung menunjukkan ketertarikan terhadap produk yang dipamerkan, khususnya ikan bandeng tanpa tulang dari Program Studi Perikanan.
“Beberapa pengunjung tertarik, bahkan ada yang menyarankan agar produk bandeng juga tersedia dalam bentuk asap atau presto agar lebih praktis dikonsumsi,” katanya.
Sementara itu, Dekan FAST UMS Rappang, Reza Asra, S.TP., M.P., mengatakan keikutsertaan FAST dalam FTT 2026 merupakan bentuk dukungan perguruan tinggi terhadap pengembangan sektor pertanian dan peternakan di daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan, tetapi juga berkontribusi dalam inovasi dan pengembangan produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Sidrap. (*)








Tinggalkan Balasan