Edy Basri EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 360 Lihat semua

Makassar, katasulsel.com — Harga beras di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada awal Maret 2026 menjadi perhatian warga setelah beberapa jenis beras tercatat mengalami kenaikan tipis di sejumlah pasar tradisional.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari sistem Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional milik Bank Indonesia, harga beras di Makassar saat ini berkisar antara Rp14.450 hingga Rp17.200 per kilogram, tergantung kualitas beras yang dibeli masyarakat.

Pantauan harga per 6 Maret 2026 menunjukkan beras kualitas bawah I dijual sekitar Rp14.450 per kilogram dan masih bertahan pada harga yang sama dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara beras kualitas bawah II mengalami kenaikan tipis sekitar Rp50 menjadi Rp14.500 per kilogram.

Untuk beras kualitas medium, harga rata-rata di pasar tradisional Makassar berada di kisaran Rp15.800 hingga Rp15.950 per kilogram. Adapun beras kualitas super yang biasanya dijual dalam kondisi lebih bersih dan pulen dibanderol antara Rp16.700 hingga Rp17.200 per kilogram.

Pergerakan harga tersebut membuat sebagian warga mulai lebih memperhatikan pilihan beras yang mereka beli. Meski kenaikan yang terjadi relatif kecil, masyarakat tetap memantau perubahan harga karena beras merupakan kebutuhan pokok yang dikonsumsi setiap hari.

Rahman (45), seorang pedagang beras di Pasar Terong Makassar, mengatakan harga beras dalam beberapa hari terakhir sebenarnya tidak mengalami lonjakan besar. Menurutnya, kenaikan yang terjadi hanya pada beberapa jenis beras dan nilainya masih sangat kecil.

“Kalau dilihat dari minggu lalu, memang ada yang naik sekitar Rp50 per kilo, tapi tidak semua jenis. Sebagian besar masih stabil,” kata Rahman saat ditemui di lapaknya.

Ia menjelaskan, harga beras di pasar tradisional sangat dipengaruhi oleh pasokan dari distributor dan daerah penghasil beras di Sulawesi Selatan maupun daerah lain. Selama pasokan masih lancar, harga biasanya tidak mengalami perubahan yang signifikan.

“Selama kiriman beras dari gudang lancar, harga biasanya tetap. Kalau pasokan agak terlambat atau permintaan meningkat, baru biasanya harga ikut naik,” jelasnya.

Rahman juga menambahkan bahwa sebagian pembeli biasanya memilih beras kualitas medium karena harganya dianggap paling seimbang antara kualitas dan harga.

“Yang paling banyak dicari

biasanya medium. Harganya tidak terlalu mahal tapi kualitasnya juga bagus,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung Pasar Terong, Nurhayati (38), mengaku sempat terkejut ketika mengetahui harga beberapa jenis beras mengalami kenaikan, meskipun tidak terlalu besar. Menurutnya, perubahan harga sekecil apa pun tetap terasa bagi keluarga yang harus mengatur pengeluaran rumah tangga setiap bulan.

“Tadi saya tanya harga beras langganan, katanya naik sedikit. Memang cuma Rp50, tapi kalau dihitung-hitung tetap ada pengaruhnya,” kata Nurhayati.

Ia mengaku biasanya membeli beras kualitas medium karena harganya masih cukup terjangkau dibandingkan beras premium.

“Kalau yang super memang lebih enak, tapi harganya juga lebih mahal. Jadi biasanya saya beli yang medium saja supaya pengeluaran tidak terlalu besar,” tambahnya.

Selain faktor pasokan, harga beras di Makassar juga bisa berbeda di setiap pasar karena dipengaruhi oleh biaya distribusi, kualitas beras, dan jenis penjualan yang dilakukan pedagang. Di pasar tradisional, harga beras umumnya sedikit lebih murah dibandingkan toko ritel modern atau supermarket yang menjual beras dalam kemasan bermerek.

Perbedaan harga tersebut juga dipengaruhi oleh cara penjualan. Di pasar tradisional, beras biasanya dijual secara curah sehingga harga bisa lebih fleksibel. Sementara di supermarket, beras lebih sering dijual dalam kemasan dengan merek tertentu sehingga harganya cenderung lebih tinggi.

Meski demikian, hingga awal Maret 2026 harga beras di Makassar secara umum masih berada dalam kondisi relatif stabil. Sebagian besar jenis beras tidak mengalami perubahan harga yang signifikan, dan pasokan di pasar tradisional masih tersedia bagi masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pokok tersebut.

Para pedagang berharap pasokan beras dari daerah penghasil tetap lancar dalam beberapa minggu ke depan agar harga tidak mengalami kenaikan yang lebih besar. Jika distribusi tetap stabil dan tidak ada gangguan cuaca atau produksi, harga beras di Makassar diperkirakan masih akan berada dalam kisaran yang sama seperti saat ini. (edy)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.