Jakarta, Katasulsel.com – Senin pagi ini, langit Jakarta seakan ikut berduka. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, sosok jenderal tegas yang dikenal disiplin dan dekat dengan rakyat, meninggal dunia pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.
Berita ini pertama kali dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi—atau akrab disapa Pras. “Benar pak. Kita berduka cita sangat mendalam,” kata Pras dengan nada haru, menyiratkan kehilangan yang begitu besar bagi bangsa. Ia menambahkan, seluruh jajaran RSPAD, Komando Garnisun Tetap I, hingga Kementerian Sekretariat Negara diminta memberikan perhatian terbaik untuk almarhum.
Sebelum itu, kabar wafatnya Try Sutrisno beredar dari Tim Komunikasi Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD). Egy Massadiah menyebut informasi datang dari Mayor Jenderal Purnawirawan Doktor Komaruddin Simanjuntak, Ketua Umum PPAD yang selama ini memantau kesehatan almarhum. Tak ketinggalan, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayjen TNI Edwin Sumantha dan Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Wahyu Yudhana turut memastikan kabar ini, menegaskan bahwa “info dari dokter kepresidenan demikian.”
Try Sutrisno bukan sembarang pejabat. Dari pangkat perwira hingga menjadi Wakil Presiden di era Soeharto, ia dikenal sebagai sosok yang tegas, disiplin, dan penuh integritas. Banyak yang menilai, kepergiannya menandai hilangnya salah satu figur militer-politik yang punya pengaruh besar di masanya.
Jenazah akan dimandikan di rumah duka RSPAD sebelum dibawa ke kediaman keluarga di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Pihak keluarga menyampaikan pesan haru:
“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon do’a dari bapak ibu sekalian agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.”
Sejak kabar ini beredar, banyak ucapan duka membanjiri media sosial. Dari kalangan militer, politikus, hingga rakyat biasa, semua merasakan kehilangan sosok yang tak hanya dikenal sebagai jenderal tangguh tapi juga manusia dengan keteguhan hati dan kepedulian pada bangsanya.
Try Sutrisno telah pergi, tapi jejaknya tetap melekat: disiplin, tegas, dan dikenang sebagai salah satu arsitek kekuatan militer-politik Indonesia. Kini, sang jenderal itu telah beristirahat dengan tenang, meninggalkan duka sekaligus rasa hormat yang mendalam bagi seluruh rakyat. (*)


Tinggalkan Balasan