Murmansk, Katasulsel.com – Di saat sebagian umat Muslim di dunia menahan lapar 13 hingga 14 jam, di ujung utara Rusia ada yang hanya sekitar… satu jam.
Bukan typo. Bukan hoaks Ramadan.
Fenomena itu terjadi di Murmansk, kota di utara Rusia yang letaknya nyaris menyentuh Lingkaran Arktik. Di sana, alam punya “aturan main” sendiri.
Murmansk akrab dengan dua istilah ekstrem: polar night (malam kutub) dan midnight sun (matahari tengah malam). Saat musim dingin, matahari seperti ogah lama-lama muncul. Ia baru naik sekitar pukul 11.00 pagi, lalu turun lagi sekitar pukul 12.00 siang.
Artinya? Waktu siang super singkat.
Dalam hitungan fikih, puasa dimulai dari Subuh hingga Maghrib. Nah, ketika rentang matahari terbit dan terbenam hanya sekitar satu jam, maka durasi puasanya pun ikut “kilat”. Subuh dan Maghrib terasa seperti janjian dekat-dekat.
Fenomena ini bukan settingan. Ini murni faktor geografis. Makin dekat ke kutub, makin ekstrem pergerakan matahari. Di musim lain, kondisinya bisa terbalik—siang nyaris tanpa malam.
Lalu bagaimana umat Muslim di sana?
Tetap puasa. Tetap sahur. Tetap berbuka.
Termasuk diaspora Indonesia. Warga Indonesia tersebar di berbagai kota Rusia, Murmansk salah satunya. Ada pelajar, pekerja, hingga keluarga yang menetap. Mereka menjalankan ibadah mengikuti jadwal waktu setempat, meski rasanya “tidak biasa”.
Bayangkan, baru selesai sahur, tak lama sudah buka.
Ramadan versi fast track.
Menariknya, di belahan dunia lain justru kebalikannya. Di negara seperti Islandia atau Greenland, durasi puasa bisa tembus 20 jam lebih saat musim panas. Siang terasa panjang, Maghrib seperti datangnya lama sekali.
Jadi Ramadan memang global, tapi rasanya lokal.
Di Murmansk bisa “puasa kilat”. Di Islandia bisa “puasa maraton”.
Umat Muslim di dunia menghadapi tantangan berbeda-beda, tergantung garis lintang tempat mereka berpijak. Ada yang menunggu azan Maghrib dengan energi tersisa tipis. Ada juga yang baru saja menahan lapar, eh sudah waktunya berbuka.
Satu Ramadan. Banyak rasa.
Dan Murmansk adalah salah satu cerita paling uniknya.(*)



Tinggalkan Balasan