WASHINGTON — Amerika Serikat lagi-lagi bikin klarifikasi keras, tapi langsung straight to the point: Iran nggak boleh punya senjata nuklir, titik!
Pernyataan ini datang dari Wakil Presiden AS, JD Vance, Kamis (26/2/2026), yang katanya sih mewakili suara mayoritas rakyat Amerika. Katanya, semua sepakat: “Iran jangan coba-coba main nuklir!”
Biar nggak kelihatan galak doang, Vance bilang AS tetap mau diplomasi jalan dulu. Tapi, kalau diplomasi gagal… ya ampun, presiden punya hak pakai opsi militer.
“Kami berharap bisa selesaikan damai. Tapi kalau harus militer, ya presiden punya hak itu,” ujarnya, dikutip Anadolu Agency.
Kenapa AS ngotot banget? Ternyata, bukti terbaru menunjukkan Iran lagi membangun kembali kapasitas nuklirnya. Belum lagi, Donald Trump dikabarkan emosi banget lihat Iran uji rudal jarak jauh—soalnya, rudal itu bisa nembus sampe wilayah AS.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pasang muka datar: rudal Iran katanya cuma buat defensif, nggak usik siapa-siapa. Tapi AS tetep nggak mau dengar basa-basi.
Vance menegaskan lagi, Presiden Trump memang mau diplomasi jalan dulu, tapi kalau Iran ngeyel… ya jangan kaget kalau opsi lain, termasuk militer, ikut nimbrung.
“Iran nggak bisa punya nuklir. Sesederhana itu,” katanya.
Intinya, AS sudah pasang kuda-kuda: jalan damai oke, tapi Iran jangan coba-coba main api nuklir. Kalau nekat, bisa panas juga nih.
Sidang diplomasi? Ada. Opsi militer? Siap. Iran sekarang kudu mikir: jalan damai atau masuk radar panas AS.

Tinggalkan Balasan