Teheran, Katasulsel.com – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan kesiapannya menghadapi konfrontasi militer skala besar melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, bahkan jika konflik berlangsung dalam jangka panjang hingga enam bulan. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang terus meningkat setelah serangkaian serangan rudal Iran dan ancaman dari pihak AS-Israel.
Juru Bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, menegaskan bahwa pasukan Iran masih memiliki “nafas panjang” untuk berperang secara intensif setidaknya selama enam bulan ke depan. Menurut Naini, serangan rudal yang diluncurkan sejauh ini baru menggunakan rudal generasi pertama dan kedua, dan Teheran masih menyimpan stok rudal jarak jauh yang jauh lebih canggih dan mematikan. “Kami siap mempertahankan kedaulatan negara dan akan menggunakan kemampuan yang kami miliki sepenuhnya,” ujarnya kepada media lokal Iran.
Langkah Iran ini muncul di tengah dugaan tekanan militer dan diplomatik dari AS dan Israel yang bertujuan melemahkan posisi strategis Teheran. Naini menekankan bahwa kesiapan tempur Iran bukan sekadar retorika, melainkan bagian dari strategi pertahanan jangka panjang untuk memastikan keamanan nasional tetap terjaga.
Di sisi lain, Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani, menuding AS berusaha meniru “skenario Venezuela”, di mana Washington menggulingkan rezim yang tidak sejalan dengan kepentingannya. Larijani menekankan bahwa tujuan AS
Larijani juga memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak memberi akses pangkalan kepada AS untuk melancarkan operasi terhadap Iran. Ia menekankan bahwa jika pangkalan regional digunakan untuk melawan Teheran, Iran berhak membalas secara sah. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran menempatkan pertahanan wilayah sebagai prioritas dan menegaskan sikap tegas terhadap siapa pun yang mencoba mengeksploitasi posisi strategis kawasan untuk menyerang Iran.
Sementara itu, serangan rudal Iran yang telah dilakukan sebelumnya merupakan respons atas serangan dan tekanan militer dari AS-Israel. Meskipun rudal yang digunakan baru generasi awal, Iran mengklaim memiliki persenjataan canggih lain yang siap diluncurkan. Hal ini memberi sinyal bahwa Teheran tidak akan mudah mundur dan tetap mempertahankan opsi militer sebagai bagian dari strategi nasionalnya.
Bersambung…

Tinggalkan Balasan