JAKARTA, Katasulsel.com — Ancaman keras dilontarkan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah konflik yang terus memanas di Timur Tengah. IRGC menegaskan akan terus memburu Netanyahu dan menyatakan siap menghabisinya jika masih hidup.
Pernyataan itu muncul seiring eskalasi serangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang belum menunjukkan tanda mereda. Serangan militer dilaporkan terjadi di sejumlah titik, termasuk wilayah Isfahan yang menjadi target gempuran Israel dan AS.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel. Dampaknya dilaporkan terasa di kota Holon. Konflik yang telah berlangsung lebih dari dua pekan itu kini meluas ke kawasan yang lebih luas.
Teheran juga mengklaim telah menyerang fasilitas militer Amerika di beberapa negara seperti Irak, Bahrain, dan Kuwait dengan menggunakan rudal dan drone. Bahkan, militer Iran menyebut drone mereka kini aktif memburu pasukan Amerika dan siap melakukan serangan presisi setelah mendapatkan data intelijen.
Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran sempat membuka komunikasi untuk kemungkinan kesepakatan. Namun, ia menilai tawaran tersebut belum memenuhi syarat.
Trump juga meminta sejumlah negara, termasuk Inggris dan Jepang, mengirim kapal perang untuk mengamankan jalur strategis di Selat Hormuz yang dilaporkan sempat ditutup Iran.
Situasi ini memperlihatkan konflik yang terus melebar dan berpotensi membawa dampak lebih luas di tingkat global. (*)

Tinggalkan Balasan