Edy Basri EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 346 Lihat semua

SIDRAP – Memasuki hari ke-18 Ramadan 1447 H, warga Kabupaten Sidrap, Pinrang, dan Enrekang mulai menyesuaikan ritme sahur dan buka puasa.

Untuk Minggu, 8 Maret 2026, jadwal imsakiyah menunjukkan perbedaan waktu antar daerah relatif tipis, hanya satu sampai dua menit, namun tetap menjadi panduan penting agar ibadah puasa berjalan lancar dan optimal.

Di Kabupaten Sidrap, sahur sebaiknya selesai sebelum pukul 04.46 WITA. Buka puasa ditandai dengan azan Magrib pada pukul 18.21 WITA. Banyak warga setempat mempersiapkan menu sahur yang bergizi agar stamina tetap terjaga hingga waktunya berbuka.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar keluarga memilih sahur sederhana, tetapi cukup mengenyangkan. “Sahur biasanya dengan nasi, sayur, dan telur rebus.

Biar tenaga tetap ada sampai Magrib,” ujar Halimah, warga Watang Pulu. Ia menambahkan, momen azan Magrib selalu dimanfaatkan untuk berdoa dan bersyukur.

Sementara itu, di Kabupaten Pinrang, sahur disarankan selesai sebelum pukul 04.47 WITA, dengan buka puasa tepat pukul 18.22 WITA. Warga Pinrang banyak yang memilih berbuka dengan cara sederhana, dimulai dari air putih dan kurma sebelum melanjutkan hidangan utama.

Andi Putra, seorang warga Watang Sidenreng, mengatakan, “Biasanya saya buka dengan kurma dan air putih dulu, baru makan nasi. Ramadan kali ini lebih seru karena bisa berbuka bersama keluarga besar.” Pendekatan ini

dinilai lebih sehat dan menjaga lambung setelah seharian berpuasa.

Di Kabupaten Enrekang, sahur disarankan selesai sebelum pukul 04.48 WITA, sementara buka puasa mengikuti azan Magrib pukul 18.22 WITA.

Warga di daerah pegunungan ini kerap memanfaatkan waktu sahur dini untuk menyiapkan aktivitas harian dan menambah ibadah seperti membaca Al-Qur’an. Martha, warga Anggeraja, mengatakan bahwa menu sahurnya lebih ringan, biasanya roti, telur, dan buah.

Ia menambahkan, selain menjalani tarawih di malam hari, keluarga mereka juga melakukan tadarus di rumah agar Ramadan lebih bermakna.

Secara keseluruhan, perbedaan waktu imsak dan berbuka di ketiga kabupaten ini memang kecil, namun menjadi panduan penting agar sahur selesai tepat waktu dan berbuka puasa sesuai jadwal.

Imsak menandai batas sahur, dianjurkan berhenti makan beberapa menit sebelum masuk waktu Subuh. Buka puasa yang ditandai azan Magrib merupakan momen mustajab untuk berdoa, sekaligus kesempatan memperkuat kualitas ibadah malam dengan tarawih dan tadarus.

Dengan jadwal ini, warga Sidrap, Pinrang, dan Enrekang dapat merencanakan sahur dan berbuka dengan tepat, menjaga energi sepanjang hari, serta meningkatkan kualitas ibadah di pertengahan Ramadan 1447 H. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.