Jakarta, katasulsel.com — Kesempatan itu datang lagi. Tidak banyak basa-basi. Pemerintah kembali membuka pintu bagi siapa saja yang ingin naik kelas di dunia kerja.

Kali ini lewat program pembinaan dan sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) umum. Batch kedua. Kuota besar: 2.100 peserta. Dibuka serentak untuk seluruh Indonesia.

Motor penggeraknya: Kementerian Ketenagakerjaan.

Pendaftaran tidak lama. Hanya 6–12 April 2026. Siapa cepat, dia dapat.

Kebutuhan Ahli K3 sedang naik. Bukan tren sesaat. Tapi kebutuhan nyata di lapangan. Risiko kerja makin kompleks. Aturan makin ketat. Perusahaan butuh orang yang paham keselamatan, bukan sekadar formalitas.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan program ini bukan sekadar pelatihan. Tapi investasi kompetensi.

Akses diperluas. Kesempatan dibuka lebar. Siapa pun yang memenuhi syarat, bisa masuk.

Pesannya jelas. Semakin banyak tenaga kerja paham K3, semakin kecil risiko kecelakaan. Semakin tinggi produktivitas.

Program ini gratis. Itu yang paling menarik.

Peserta tidak dipungut biaya pelatihan. Hanya membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp420 ribu. Rinciannya sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2023.

Rp150 ribu untuk sertifikat pelatihan. Rp120 ribu untuk evaluasi. Rp150 ribu untuk penerbitan SKP.

Dengan skema ini, pintu masuk jadi lebih ringan. Tidak ada alasan biaya mahal.

Syaratnya tetap ada. Minimal lulusan D3. Dokumen harus lengkap: ijazah, KTP, pasfoto, surat pernyataan bermaterai, CV, hingga surat keterangan sehat.

Perangkat juga wajib siap. Handphone untuk absensi. Laptop atau komputer untuk mengikuti pembinaan.

Tidak berhenti di teori. Peserta harus ikut ujian. Serius.

Jadwalnya sudah ditentukan. Mulai 27 April sampai 13 Mei 2026.

Artinya, waktu persiapan tidak panjang.

Program ini bukan sekadar sertifikat. Ini soal peluang. Banyak perusahaan kini menjadikan Ahli K3 sebagai kebutuhan utama, bukan pelengkap.

Yang terlambat daftar, biasanya hanya kebagian cerita.

Yang bergerak cepat, punya peluang masuk ke jalur kompetensi yang sedang dibutuhkan industri.

Sekarang pilihannya sederhana. Ikut, atau menunggu gelombang berikutnya.

Gambar berita Katasulsel