Makassar, Katasulsel.com — Sulawesi Selatan kembali menjadi simpul perhatian politik nasional. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memastikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI se-Indonesia akan digelar di Makassar pada 28, 29, 30, 31 Januari hingga 1 Februari 2026. Agenda ini menjadi Rakernas pertama PSI pasca-Kongres di Solo, Jawa Tengah—sekaligus penanda konsolidasi nasional partai.

Nama Joko Widodo kembali mengemuka. Presiden ke-7 Republik Indonesia itu dijadwalkan hadir memberikan wejangan dalam forum Rakernas.

Kehadirannya juga membawa memori tersendiri bagi Sulawesi Selatan. Jokowi pernah menginjakkan kaki di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap)—kampung halaman tokoh nasional Rusdi Masse (RMS)—untuk meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dengan kincir angin terbesar di Indonesia Timur. Peristiwa itu menandai Sidrap sebagai simbol transisi energi dan pembangunan kawasan timur.

Kini, dari Sidrap ke Makassar, jejak Jokowi kembali terhubung dengan panggung politik PSI.

Rakernas PSI dijadwalkan dihadiri sekitar 2.000 peserta resmi dari seluruh Indonesia, ditambah peserta penggembira dengan jumlah yang hampir sebanding. Makassar dipilih sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan.

Kota ini dinilai strategis dan sentral, baik dari sisi transportasi udara, laut, maupun akses antarwilayah di Indonesia Timur.
Ketua Harian PSI Sulawesi Selatan, Rahman Syah, menyebut seluruh jajaran pengurus pusat PSI dipastikan hadir. Mulai dari ketua umum, sekretaris jenderal, bendahara umum, ketua harian, hingga pengurus DPP. Selain itu, seluruh DPW dan DPD PSI se-Indonesia telah mengonfirmasi kehadiran.

“Rakernas ini akan dihadiri lengkap oleh jajaran pengurus pusat dan daerah. Ini konsolidasi nasional pertama setelah Kongres,” ujar Rahman saat ditemui di Balai Kota Makassar, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menegaskan, berdasarkan susunan acara yang telah disetujui pengurus pusat, Joko Widodo dijadwalkan memberikan ceramah pada 31 Januari 2026. Kehadiran Jokowi dinilai memberi bobot politik sekaligus pesan simbolik bagi PSI yang tengah membangun positioning nasional.

“Insyaallah, Pak Joko Widodo akan hadir dan memberikan wejangan sesuai jadwal acara yang telah di-acc,” kata Rahman.

Selain agenda utama Rakernas, panitia menyiapkan rangkaian kegiatan bernuansa sosial dan kebersamaan. Pada malam 28 Januari, peserta akan mengikuti doa dan zikir bersama, sementara penutupan rangkaian kegiatan direncanakan dengan jalan santai pada 1 Februari 2026 di kawasan Anjungan Pantai Losari—ikon ruang publik Makassar.

Soal kesiapan teknis, Rahman menyebut progres panitia telah mencapai sekitar 85 persen. Sejumlah aspek krusial seperti akomodasi, transportasi peserta, hingga pengamanan terus dimatangkan.

Rakernas PSI di Makassar tidak hanya menegaskan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah agenda nasional, tetapi juga mengaitkan kembali memori pembangunan kawasan timur—dari Sidrap dengan PLTB kincir anginnya hingga Makassar sebagai episentrum konsolidasi politik PSI.

Jika Sidrap pernah menjadi panggung energi masa depan, Makassar kini menjadi panggung arah politik PSI ke depan.(*)