Wajo, katasulsel.com — Subuh belum benar-benar terang. Warga masih terlelap.

Tiba-tiba… kepanikan pecah.

Api muncul. Kecil. Lalu membesar. Cepat. Tak terkendali.

Kebakaran hebat melanda permukiman di Desa Botto, Kecamatan Takkalalla, Senin dini hari (22/3/2026) sekitar pukul 03.30 Wita. Dalam hitungan menit, api menjalar. Dari satu rumah… ke rumah lain.

Empat rumah habis. Rata dengan tanah.

Warga berhamburan keluar. Ada yang berteriak. Ada yang mencoba menyelamatkan barang. Tapi waktu terlalu cepat. Api lebih cepat.

Rumah milik TNR (50) diduga menjadi titik awal. Dari situ, api merembet ke rumah USM (60), SML (55), dan Adi (45). Tidak ada yang bisa menghentikan laju kobaran saat itu.

Kerugian? Tidak kecil.

Emas sekitar 100 gram lenyap. Dua sepeda motor ikut terbakar. Uang tunai Rp20 juta hilang tanpa sisa. Rumput laut sekitar 2.000 kilogram—hasil kerja keras berbulan-bulan—ikut jadi abu.

Dokumen penting? Ikut musnah.

Semua terjadi begitu cepat.

Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di KWH meter. Percikan kecil. Tapi cukup untuk memicu bencana besar.

Mobil pemadam datang. Dua unit dari Kecamatan Bola. Satu unit dari Kabupaten Wajo. Dibantu warga. Air disiram. Api dilawan.

Tapi butuh waktu.

Sekitar pukul 05.00 Wita, api baru bisa dikendalikan. Yang tersisa hanya puing, asap tipis, dan wajah-wajah lelah penuh kehilangan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa. Semua selamat. Tapi kehilangan terasa berat.

Pihak berwenang masih menyelidiki. Olah TKP dilakukan. Saksi diperiksa. Penyebab pasti akan dipastikan.

Sementara itu, warga diimbau lebih waspada. Instalasi listrik harus dicek. Jangan anggap sepele.

Karena kebakaran seperti ini…

datangnya cepat.

dan selalu meninggalkan luka panjang. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.