Dan itu yang terjadi.

Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 17.00 Wita. Empat kali pengisian air dilakukan sebelum api benar-benar padam.

Namun, yang tersisa hanyalah sisa.

Satu rumah kayu milik Suarni habis tanpa bentuk. Sementara rumah permanen milik Amiruddin mengalami kerusakan serius.

Kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Bukan sekadar bangunan:

dua rumah
dua sepeda motor
emas seberat 50 gram
perabotan dan barang elektronik

Advertisement

Itu adalah akumulasi kehidupan yang hilang dalam waktu kurang dari dua jam.

Dugaan sementara mengarah ke hubungan arus pendek listrik.

Faktor yang dalam banyak kasus menyumbang 60–70 persen kebakaran rumah di wilayah permukiman.

Namun jika ditarik lebih dalam, penyebabnya bukan tunggal.

Ada pola yang berulang:

rumah kosong tanpa pengawasan
instalasi listrik yang tidak diperiksa
material bangunan mudah terbakar
waktu respons yang cukup panjang

Ketika semua faktor itu bertemu, risiko berubah menjadi kejadian.

Kini, penyelidikan masih berjalan.

Advertisement

Tapi bagi korban, hasil akhir tidak akan mengubah apa yang sudah hilang.

Rumah itu tidak akan kembali.

Yang tersisa hanyalah puing, dan satu pelajaran yang sering datang terlambat:

bahwa api kecil, di tempat yang salah, pada waktu yang salah—

cukup untuk menghapus segalanya. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.