Parepare, katasulsel.com — Satu rumah, satu keluarga, satu momen yang bikin hati hangat. Anak, cucu, cicit, menantu, dan keponakan H. Usman Balo hadir dari Sidrap, Enrekang, Barru, Pinrang, Makassar, bahkan ada yang jauh-jauh dari Malaysia ke Parepare, Rabu, 25 Maret 2026.
Semua datang, tidak sekadar kumpul, tapi untuk merayakan silaturahmi.
Acara sederhana, tapi nggak hambar.
Ada kado kejutan, ada canda tawa, ada cerita-cerita nostalgia tentang almarhum.
Ruangan dipenuhi kehangatan, yang bikin siapa saja merasa, “Ini keluarga, ini rumah, ini kebersamaan.”
Istri almarhum, Hj. Hanisa Usman Balo, meneteskan air mata saat mengenang sang suami.
Usman Balo merupakan salah satu legendaris pejuang asal Sidrap yang meninggalkan jejak nilai kebersamaan yang kuat, tetap hadir dalam tiap cerita, dalam tiap tawa, dalam tiap pelukan.
Menantu sekaligus Sekretaris Daerah Parepare, Amarun Agung Hamka, mengingatkan pentingnya menjaga tali silaturahmi, menguatkan keluarga, menegaskan bahwa kekompakan itu bukan basa-basi, tapi gaya hidup.
Cucu almarhum, Lucky Usman Balo, berharap Halal Bihalal tahun depan lebih meriah, lebih rame, lebih banyak anggota yang hadir.
Anak almarhum, Samson Usman Balo, datang jauh dari Malaysia, mengaku bersyukur bisa ikut momen ini, merasakan hangatnya keluarga, yang kadang hanya bisa dirasakan lewat reuni seperti ini.
Sederhana, tapi meninggalkan pesan kuat: kebersamaan, kehangatan, dan silaturahmi itu priceless.
Dari Parepare sampai Malaysia, keluarga H. Usman Balo membuktikan, warisan terbesar bukan harta atau gelar, tapi ikatan keluarga yang tak tergoyahkan, yang bisa menembus jarak, waktu, dan bahkan air mata.(*)


