Harianto — Sulsel EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 236 Lihat semua

Sidrap, Katasulsel.com – Kabupaten Sidenreng Rappang kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat produksi telur terbesar di kawasan timur Indonesia.

Hal itu terlihat saat pelepasan distribusi telur ayam ras dari Sidrap untuk memenuhi kebutuhan sejumlah daerah. Pengiriman tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.

Acara pelepasan telur itu berlangsung di kawasan peternakan unggas PT Cahaya Mario dan disaksikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik RI, Amalia Adininggar Widyasanti, yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Sidrap.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, turut mendampingi kegiatan tersebut.

Di lokasi peternakan ayam ras petelur itu, rombongan melihat langsung proses distribusi telur yang akan dikirim ke berbagai daerah untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

Bagi Syaharuddin, kegiatan ini bukan sekadar seremoni pelepasan distribusi hasil peternakan.

Lebih dari itu, ia ingin menunjukkan bahwa Sidrap memiliki peran strategis dalam rantai pasok pangan nasional, khususnya komoditas telur.

“Sidrap ini salah satu lumbung telur di Sulawesi Selatan. Produksi kami tidak hanya untuk kebutuhan daerah, tapi juga menyuplai berbagai wilayah lain,” kata Syaharuddin.

Undangan Terbuka untuk Presiden

Di tengah kegiatan tersebut, Syaharuddin menyampaikan undangan terbuka kepada Prabowo Subianto agar suatu saat dapat datang langsung ke Sidrap.

Ia berharap Presiden dapat menyaksikan sendiri bagaimana produksi telur dari daerah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis.

“Kami tentu sangat berharap Bapak Presiden bisa hadir langsung di Sidrap untuk melihat sekaligus melepas pengiriman telur dari daerah ini,” ujarnya.

Menurut Syaharuddin, kehadiran Presiden nantinya akan menjadi motivasi besar bagi para peternak di Sidrap.

Sebab sektor peternakan ayam ras di daerah ini berkembang pesat dan

menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Ekonomi Besar dari Peternakan

Dalam kesempatan itu, Syaharuddin juga memaparkan besarnya aktivitas ekonomi yang lahir dari sektor peternakan unggas.

Ia mencontohkan aktivitas di PT Cahaya Mario yang menjadi salah satu sentra peternakan ayam ras terbesar di Sidrap.

Menurutnya, perputaran ekonomi dari perusahaan tersebut sangat besar.

“Di Cahaya Mario saja perputaran uangnya bisa mencapai sekitar Rp12 miliar per hari,” ungkap Syaharuddin.

Namun angka itu belum mencerminkan keseluruhan potensi ekonomi peternakan di Sidrap.

“Itu baru Cahaya Mario, belum yang lain,” tambahnya.

Artinya, jika seluruh peternakan ayam ras di Sidrap dihitung, nilai ekonomi yang bergerak setiap hari jauh lebih besar.

Data dan Fakta Bertemu di Lapangan

Kunjungan Kepala BPS RI ke lokasi peternakan juga menjadi momentum penting.

Setelah melihat langsung aktivitas produksi di lapangan, Amalia mengakui bahwa data statistik yang dimiliki BPS tentang sektor peternakan Sidrap memang sesuai dengan kondisi nyata.

Hal itu menurutnya menunjukkan bahwa data yang disusun benar-benar mencerminkan aktivitas ekonomi di lapangan.

Karena itu BPS berkomitmen terus mendukung pemerintah daerah dengan penyediaan data yang akurat dan terpercaya.

Data tersebut akan menjadi dasar penting dalam merancang pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Di tengah geliat sektor peternakan, Sidrap kini tidak hanya dikenal sebagai daerah pertanian.

Daerah ini juga mulai diperhitungkan sebagai salah satu pusat produksi telur nasional.

Dan dari kandang-kandang ayam di Sidrap itulah, jutaan butir telur setiap hari bergerak keluar daerah—termasuk untuk mendukung program makan bergizi bagi masyarakat Indonesia (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.