Makassar, Katasulsel.com — Sidrap sedang tidak biasa-biasa saja. Di tengah banyak daerah masih berjibaku dengan tekanan ekonomi, kabupaten ini justru datang membawa kabar yang bikin kepala tegak: angka kemiskinan turun, pertumbuhan ekonomi melesat, dan kualitas hidup warga ikut menanjak.
Itu yang membuat Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi Yustitia Iqbal, memberi apresiasi terbuka terhadap capaian Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Pujian itu disampaikan saat buka puasa bersama tokoh masyarakat Sidrap di Mes Pemda Sidrap, Jalan Bau Mangga, Makassar, Sabtu, 14 Maret 2026. Forum itu bukan sekadar ajang silaturahmi Ramadan. Di sana, angka-angka pembangunan Sidrap dipbeberkan. Dan hasilnya, tidak kecil.
Yang paling mencolok adalah angka kemiskinan Sidrap pada 2025 berada di 4,91 persen. Angka itu menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir. Bukan cuma itu, capaian tersebut ikut menempatkan Sidrap sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Selatan.
Di saat yang sama, pertumbuhan ekonomi Sidrap menembus 7,71 persen pada 2025. Ini bukan angka biasa. Itu adalah yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir, bahkan disebut menjadi yang tertinggi di antara 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Belum selesai sampai di situ. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidrap juga ikut terkerek naik menjadi 75,49, atau naik 0,68 poin dibanding tahun sebelumnya. Posisi ini menempatkan Sidrap dalam kategori IPM tinggi dan masuk jajaran atas di Sulawesi Selatan.
Bagi Andi Rachmatika, capaian seperti itu bukan sekadar deretan statistik yang enak dipresentasikan di podium. Ada kerja yang terlihat di baliknya. Ada arah pembangunan yang terbaca. Dan yang paling penting, ada hasil yang mulai terasa.
Sidrap, dalam bahasa yang sederhana, sedang menunjukkan satu hal: pembangunan tidak harus ramai dulu untuk terlihat hasilnya. Kadang ia bekerja senyap, tapi angkanya bicara nyaring.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memaparkan langsung perkembangan sejumlah indikator makro daerahnya. Ia menegaskan bahwa penurunan angka kemiskinan di Sidrap bukan
Pada 2023, angka kemiskinan Sidrap tercatat 5,14 persen. Setahun kemudian, turun menjadi 5,02 persen. Lalu pada 2025, kembali melandai ke 4,91 persen.
Grafiknya memang tidak jatuh tajam. Tapi justru di situlah nilainya. Stabil. Terukur. Dan menunjukkan ada pola kerja yang tidak putus di tengah jalan.
Syaharuddin juga menyebut capaian itu lahir dari kolaborasi banyak pihak. Pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pelaku usaha disebut ikut menjadi bagian dari denyut pembangunan Sidrap.
Kalimat itu penting. Sebab pembangunan daerah memang tidak pernah bisa dipikul satu meja saja. Ia butuh tangan banyak orang. Butuh irama yang sejalan. Dan Sidrap tampaknya sedang menikmati ritme itu.
Acara buka puasa bersama tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, serta sejumlah unsur paguyuban dan organisasi masyarakat seperti IKM Sidrap, ISA Sidrap, dan IPMI Sidrap.
Suasana forum berlangsung hangat. Tetapi pesan yang dibawa tetap tegas: Sidrap ingin menunjukkan bahwa daerah ini tidak sedang berjalan di tempat.
Di tengah tantangan ekonomi yang tidak selalu ramah, keberhasilan menekan kemiskinan sambil menjaga laju pertumbuhan ekonomi adalah kombinasi yang tidak mudah. Banyak daerah bisa tumbuh, tapi angka kemiskinannya keras kepala. Ada juga yang berhasil menekan kemiskinan, tetapi ekonominya melambat. Sidrap tampaknya sedang mencoba memegang dua-duanya sekaligus.
Itulah mengapa apresiasi dari Ketua DPRD Sulsel menjadi terasa penting. Bukan sekadar pujian seremonial. Melainkan penanda bahwa capaian Sidrap mulai dilihat sebagai sesuatu yang layak diperhitungkan.
Ramadan kali ini, Sidrap tidak hanya membawa semangat kebersamaan. Tapi juga membawa rapor pembangunan yang cukup membuat banyak orang menoleh.
Dan jika tren ini bisa dijaga, Sidrap bukan hanya akan dikenal sebagai daerah agraris yang kuat. Ia bisa menjelma menjadi salah satu contoh bagaimana kabupaten bekerja diam-diam, tapi hasilnya bikin gaduh.(*)


Tinggalkan Balasan