MAKASSAR — Peta organisasi pers di Sulawesi Selatan bertambah satu lagi. Namanya Kolaborasi Jurnalis Indonesia. Singkatnya: KJI.
Organisasi ini resmi hadir di Sulsel setelah Pengurus Wilayah dilantik pada 14 Februari 2026. Tidak ingin berlama-lama seremoni, KJI langsung tancap gas. Targetnya jelas: membentuk kepengurusan di 24 kabupaten/kota.
Ketua PW KJI Sulsel, Edy Basri, menyebut ini sebagai momentum emas bagi jurnalis daerah.
“Kami mengundang seluruh jurnalis—media cetak, online, televisi, maupun multimedia—untuk bergabung dan membentuk kepengurusan di daerah masing-masing. Ini gerakan bersama, bukan milik segelintir orang,” tegasnya.
Bahasa populernya: jangan jalan sendiri-sendiri. Saatnya kolaborasi.
Edy menekankan, struktur di setiap kabupaten/kota harus lengkap—ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota aktif. Bukan sekadar nama di SK.
“Kita ingin kepengurusan di daerah solid dan punya program nyata. Ketua sebagai motor, sekretaris kuat di koordinasi, bendahara transparan, anggota produktif. Semua punya peran,” jelasnya.
Menariknya, KJI Sulsel langsung memprioritaskan beberapa daerah untuk pelantikan perdana usai Idulfitri 1447 Hijriah. Lima daerah yang disebut paling siap adalah Enrekang, Parepare, Wajo, Pinrang, dan Soppeng.
Edy menyebut kelima daerah itu menunjukkan respons cepat dan komunikasi yang intens dengan pengurus wilayah.
“Insyaallah, setelah Idulfitri 1447 H, kita mulai pelantikan dari daerah-daerah yang sudah siap. Enrekang, Parepare, Wajo, Pinrang, dan Soppeng menjadi prioritas awal,” katanya.
Langkah ini dinilai strategis. Enrekang dengan kekuatan jurnalis komunitasnya. Parepare sebagai kota jasa dan pintu pesisir. Wajo yang dikenal dinamis dalam pergerakan organisasi. Pinrang dengan jaringan medianya yang aktif. Soppeng yang solid dalam komunikasi antarjurnalis.
Dari sana, KJI ingin efek domino.
Secara keseluruhan, PW KJI Sulsel menargetkan pembentukan kepengurusan di seluruh 24 kabupaten/kota, mulai dari Makassar, Gowa, Bone, hingga Kepulauan Selayar. Tapi Edy sadar, organisasi tidak bisa dibangun dengan tergesa.
“Kita ingin membangun networking yang sehat. Dari Enrekang sampai Selayar, dari Parepare hingga Luwu Raya, semua jurnalis punya rumah yang sama,” ujarnya.
KJI Sulsel juga menyiapkan sejumlah program: pelatihan jurnalistik, peningkatan kapasitas digital, forum diskusi publik, hingga advokasi bagi jurnalis. Bukan sekadar kumpul dan foto bersama.
“Ini bukan organisasi papan nama. Kita ingin anggota punya nilai tambah—skill meningkat, relasi meluas, dan tetap menjaga integritas,” tegas Edy.
Di tengah industri media yang berubah cepat dan tekanan ekonomi yang nyata, solidaritas menjadi kata kunci. KJI ingin menjadi simpul kolaborasi itu.
Bagi jurnalis di Enrekang, Parepare, Wajo, Pinrang, Soppeng, maupun daerah lain di Sulsel yang ingin bergabung atau membentuk kepengurusan, bisa menghubungi WhatsApp: 082348981986.
Informasi lengkap visi, misi, dan program kerja dapat diakses melalui situs resmi: kji-sulsel.org.
“KJI adalah rumah bersama. Mari kita bentuk, kita besarkan, dan kita kuatkan di seluruh Sulawesi Selatan,” pungkas Edy Basri.
Dan usai Idulfitri 1447 H nanti, lima daerah itu akan menjadi titik awal sejarah baru KJI di Sulsel. (*)


Tinggalkan Balasan