Sidrap, Katasulsel.com — Sepuluh tahun terakhir, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Kabupaten Sidenreng Rappang seperti berjalan tenang. Terlalu tenang, bahkan.
Minim gesekan. Jarang terdengar dinamika. Nyaris tak terlihat tarik-menarik gagasan seperti yang biasa terjadi dalam organisasi besar.
Bagi Aris Yasin, situasi seperti itu justru perlu dibaca ulang.
Menurutnya, organisasi kepemudaan yang hidup biasanya tidak steril dari konflik. Perbedaan pandangan, bahkan ketegangan kecil, adalah bagian dari proses.
“Konflik itu jangan selalu dianggap buruk. Dalam organisasi, konflik bisa menjadi ruang konsolidasi,” ujar Aris saat menjadi narasumber dalam diskusi tentang masa depan KNPI di Sidrap.
Ia melihat, dalam satu dekade terakhir KNPI Sidrap relatif tidak terlalu terseret dalam dinamika elite KNPI di tingkat yang lebih tinggi. Kondisi itu membuat organisasi seperti berjalan tanpa gelombang.
Padahal, kata Aris, gelombang justru penting.
Di situlah organisasi menguji arah, mempertemukan gagasan, dan memperkuat jaringan.
Bagi Aris, KNPI seharusnya menjadi ruang pertemuan berbagai energi anak muda. Tempat gagasan diperdebatkan, ide diuji, dan arah gerakan ditentukan.
“Perbedaan pandangan itu sehat. Justru dari dialog dan konsolidasi itulah organisasi menemukan arah barunya,” katanya.
Aris juga menyoroti perubahan wajah kepemudaan hari ini. Jalur pengabdian pemuda tidak lagi tunggal.
Ada yang memilih menjadi aparatur sipil negara. Ada yang masuk dunia akademik. Sebagian menjadi aktivis sosial. Tidak sedikit pula yang bergerak di dunia usaha dan berbagai sektor profesional.
Karena itu, organisasi kepemudaan tidak bisa lagi menggunakan cara lama dalam membaca generasi muda.
“Pemuda hari ini punya banyak pilihan jalan. Organisasi harus memberi ruang bagi mereka untuk berkembang dengan caranya masing-masing,” ujarnya.
Di titik itu, Aris menegaskan satu hal penting: KNPI harus kembali menjadi rumah besar pemuda.
Bukan sekadar organisasi formal yang muncul saat musyawarah atau agenda seremonial.
Tetapi ruang terbuka yang mempersatukan berbagai latar belakang, ide, dan potensi pemuda.
Jika itu terjadi, KNPI tidak hanya menjadi simbol organisasi kepemudaan.
Ia bisa kembali menjadi pusat pertemuan energi anak muda—tempat gagasan lahir, pergerakan dimulai, dan masa depan daerah dirancang. (*)

Tinggalkan Balasan