[KB-FP:6444-20260327]

Kolaka Utara, katasulsel.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara sedang serius belajar bawang merah. Lewat Dinas Perdagangan, 15 camat digelar studi tiru selama empat hari di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Jumat (27/3/2026). Tema kegiatan: “Belajar, Berbagi, dan Berinovasi 2026.”

Anggeraja dikenal sebagai kawasan penghasil bawang merah berkualitas. Lahan dan iklim mendukung, plus pengalaman panjang petani setempat dalam budidaya hortikultura, membuat daerah ini jadi rujukan. Teknik penanaman hingga pascapanen mereka dinilai mumpuni, mampu menghasilkan bawang merah dengan produktivitas stabil dan kualitas tinggi.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kolaka Utara, Abu Bakri, mengatakan, tujuan kegiatan ini bukan sekadar belajar teori. “Kami ingin menjajaki kerja sama antar daerah, sekaligus menyiapkan langkah nyata untuk membangun kemandirian produksi bawang merah,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Abu Bakri, bawang merah termasuk komoditas strategis yang memengaruhi inflasi di Sultra, termasuk Kolaka Utara. Untuk itu, pemerintah daerah berupaya mengurangi ketergantungan pasokan dari luar dan mulai membangun sistem produksi mandiri.

“Setelah kembali, 15 camat akan menentukan lokasi percontohan. Nanti setiap kecamatan punya demplot bawang merah. Ini jadi titik awal pengembangan sekaligus sarana belajar bagi masyarakat,” tambahnya.

Keterbatasan jumlah peserta studi tiru mendorong pemerintah mengambil langkah kreatif. Petani dari Enrekang akan didatangkan langsung ke Kolaka Utara, membawa bibit bawang merah dan didampingi penyuluh. Mereka akan memberi penyuluhan langsung, sekaligus membantu proses penanaman di lokasi percontohan.

Langkah ini diharapkan bisa mempercepat transfer pengetahuan, memastikan proses budidaya berjalan baik sejak awal, dan membangun ketahanan pangan lokal.

Advertisement

Melalui kegiatan ini, Kolaka Utara berharap hasil belajar tidak berhenti di studi tiru. Segera diimplementasikan, supaya produksi bawang merah meningkat, daerah lebih mandiri, dan laju inflasi dari sektor pangan bisa ditekan.(*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.