Sidrap, Katasulsel.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggelar kegiatan KPU Mengajar di SMAN 1 Sidrap sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran demokrasi di kalangan pelajar.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Akhwan Ali, selaku Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan SDM KPU Sidrap, saat ditemui di sekolah setempat, Jumat(9/1/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog edukatif bagi siswa untuk memahami demokrasi dan kepemiluan sejak dini.
Melalui program tersebut, KPU Sidrap menargetkan peningkatan literasi demokrasi siswa, khususnya terkait asas pemilu, prinsip pemilu, tujuan pemilu, serta pentingnya pemilu yang inklusif bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi.
“Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran politik dan partisipasi aktif generasi muda. Para siswa didorong untuk memahami pentingnya menggunakan hak pilih serta menyadari dampak dari setiap keputusan politik yang diambil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ” Jelasnya.
KPU Sidrap juga menekankan penguatan kemampuan berpikir kritis siswa di era digital.
Dalam sesi diskusi, siswa dibekali kemampuan mengidentifikasi berita hoaks, mengevaluasi program para calon pemimpin, serta memverifikasi informasi yang beredar di media sosial maupun platform digital lainnya.
Tidak hanya aspek kognitif, kegiatan KPU Mengajar juga diarahkan pada internalisasi nilai-nilai demokrasi.
Siswa diajak untuk bersikap toleran terhadap perbedaan pendapat, mengedepankan musyawarah dalam pengambilan keputusan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai guna meminimalisasi praktik intoleransi dan diskriminasi.
Dalam kesempatan tersebut, KPU Sidrap turut menanamkan nilai integritas dan etika politik kepada para siswa, antara lain dengan menolak praktik politik uang serta memahami bahaya politik identitas yang dapat merusak persatuan dan keadilan dalam demokrasi.
“Tentu harapan kami, kegiatan ini dapat mencetak pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan berintegritas, serta menjadi fondasi kuat bagi demokrasi yang sehat di masa depan” jelasnya.(@).

Tinggalkan Balasan