📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppSidrap, Katasulsel.com – Lampu menyala. Merah terang. Tapi pengendara tetap tancap gas.
Traffic light di perempatan Kota Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang, arah menuju Kabupaten Soppeng, seperti kehilangan wibawa. Ia berdiri. Tegak. Menyala. Tapi lebih mirip pajangan ketimbang pengendali arus lalu lintas.
Pengendara motor, mobil pribadi, bahkan truk angkutan, kerap mengabaikannya. Merah diterobos. Kuning disikat. Hijau? Baru pelan-pelan.
“Kalau kita berhenti sendiri, malah diklakson dari belakang,” ujar Arman, salah satu warga Pangkajene yang ditemui, Minggu (22/2/2026). “Seolah-olah yang patuh justru salah.”
Fenomena ini bukan cerita baru. Tapi makin hari makin jadi. Disiplin lalu lintas seperti barang langka. Lampu merah seolah hanya formalitas proyek.
Tak cukup sampai di situ.
Beberapa meter dari traffic light itu, aspal mengelupas. Lubang menganga. Tambalan seadanya. Saat hujan, berubah jadi kubangan. Saat kering, jadi perangkap debu.
Padahal, ruas ini adalah jalan penghubung strategis antarwilayah: Sidenreng Rappang – Kabupaten Soppeng. Mobilitas warga, distribusi logistik, hingga akses ekonomi bergantung di sana.
“Ini jalan provinsi. Harusnya tanggung jawab Pemprov,” tegas Rahmawati, tokoh masyarakat setempat. “Jangan tunggu viral dulu baru bergerak.”
Beberapa pengendara mengaku sering nyaris celaka. Kombinasi pelanggaran lampu merah dan kondisi jalan rusak menciptakan ‘zona rawan’ di jantung kota.
“Sudah lampu merah diterobos, jalannya berlubang. Lengkap sudah,” keluh seorang sopir angkutan yang enggan disebut namanya. “Kalau ada kecelakaan, siapa tanggung jawab?”
Pertanyaan itu menggantung.
Traffic light tanpa ketegasan penegakan hukum hanya akan jadi ornamen kota. Jalan rusak tanpa perbaikan hanya akan jadi monumen kelalaian.
Kini publik menunggu: apakah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turun tangan? Atau perempatan Pangkajene tetap menjadi panggung pembiaran—di mana aturan kalah oleh kebiasaan, dan keselamatan jadi taruhan?








Tinggalkan Balasan