
Kehadiran RMS mendampingi Kaesang di Tana Toraja, meski tanpa atribut dan tanpa panggung, adalah simbol politik yang lebih kuat daripada deklarasi terbuka. Politik simbolik semacam ini kerap menjadi bahasa awal sebelum pengumuman resmi.
Ahmad Sahroni menyebut kemungkinan RMS bergabung ke PSI sebagai “dugaan”. Dalam politik, kata “dugaan” dari elite partai sering kali berarti satu langkah sebelum kepastian.
Jika skenario ini terkonfirmasi, maka RMS berpotensi memainkan peran sebagai jembatan antara politik lokal yang matang dengan partai nasional yang sedang mencari kedalaman struktur dan pengalaman elektoral. PSI mendapat figur dengan basis riil, sementara RMS mendapatkan kendaraan politik yang lebih fleksibel untuk agenda jangka panjang.
Pengunduran diri RMS dari NasDem dan DPR RI dengan demikian bukanlah akhir, melainkan jeda strategis. Dalam politik tingkat tinggi, mundur satu langkah sering kali menjadi cara untuk melompat lebih jauh.
Dan RMS, sekali lagi, memilih berbicara lewat langkah, bukan lewat kata-kata.(*)






Tinggalkan Balasan