Jakarta, Katasulsel.com – Artis cantik blasteran Inggris-Jawa, Laura Moane, tampaknya tak puas hanya eksis di Instagram. Kini, ia menjejakkan kaki di layar lebar lewat film berjudul “Sunda Emperor”. Dan, jangan salah, gebrakan Laura kali ini tak sekadar soal akting—tapi juga soal budaya.

Film yang digarap Angling Sagaran sebagai produser, sutradara, dan penulis ini hadir dengan konsep berbeda dari film daerah pada umumnya. Drama, komedi, dan petualangan berpadu dalam balutan budaya Sunda yang autentik, namun tetap terasa segar untuk penonton masa kini.

Cerita bermula dari sebuah koin peninggalan Kerajaan Sunda, yang memicu perjalanan tiga sahabat dalam pencarian jati diri dan sejarah. Laura Moane memerankan Neng Eti, sosok yang menambah warna dalam dinamika persahabatan mereka.

Yang unik, Laura harus berdialog dalam bahasa Sunda, sebuah tantangan tersendiri bagi seorang blasteran yang tak fasih bahasa lokal. “Yang paling challenging tentu bahasa Sunda-nya karena aku nggak bisa bahasa Sunda,” kata Laura lewat Instagram. Bahkan, adegan tawuran menjadi momen paling emosional karena harus banyak marah-marah dalam bahasa Sunda.

Sedikit soal alur cerita: Film ini mengikuti Miheng (Bilal Fadh), pemuda Sunda sederhana yang dikabarkan keturunan Raja Sunda. Perjalanan pencarian jati diri ini ditemani sahabatnya Ohim (Maghara Adipura) dan Ece (Vansa Be), serta kehadiran Eti yang bikin petualangan makin seru. Konflik memuncak saat mereka berhadapan dengan Iwan Gesrek (Itings Meledax) dan Boss Pepey (Yujeng Hensem)—lebih dari sekadar pencarian sejarah, ini tentang persahabatan, keberanian, dan pilihan hidup.

Selain tantangan bahasa, Laura mengaku motivasi utamanya ikut film ini adalah belajar bahasa Sunda. Dan menurut rencana, Sunda Emperor akan tayang di bioskop pada 2026, siap menyuguhkan pengalaman budaya Sunda yang kental dengan nuansa modern.(*)