Edy Basri EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 325 Lihat semua

JAKARTA — Jakarta memang kota yang nggak pernah tidur. Dari Senen sampai Kemang, orang-orang sibuk motret momen—dari ojol ngebut di jalan protokol sampai lampu neon di SCBD. Di tahun 2026, hampir semua foto itu kemungkinan besar diambil lewat smartphone. Tapi sekarang, ada ponsel yang bikin pengalaman foto di Jakarta naik kelas: Leitzphone.

Ponsel ini lahir dari kolaborasi Xiaomi dan Leica, brand kamera legendaris Jerman yang ikonik dengan titik merahnya. Leitzphone bukan cuma gadget, tapi janji: foto smartphone bisa setara kamera profesional.

Yang bikin penasaran, cincin mekanik di sekitar kamera. Dengan cincin ini, pengguna bisa atur ISO, shutter speed, zoom, sampai exposure layaknya fotografer sungguhan. Cocok banget buat mereka yang suka hunting foto street photography di Jakarta.

Triple kamera belakangnya? Gak main-main. Kamera utama pakai sensor 1 inci 200MP dengan teknologi LOFIC, memperluas dynamic range. Telephoto juga 200MP. Hasilnya? Detail tajam dari Monas sampai lampu-lampu Kuningan. Aperture f/1.67–f/2.9 bikin foto malam tetap terang tanpa noise berlebihan.

Yang unik, setiap foto ada Content Authenticity Initiative, jadi bisa dibuktikan asli, bukan hasil AI. Fitur ini bikin kreator di Jakarta yang peduli orisinalitas karya nggak was-was.

Harga? Fantastis: sekitar US$2.300. Banyak orang garuk-garuk kepala. Tapi bagi pecinta fotografi mobile, ini kayak

tiket VIP masuk dunia profesional.

Warga Jakarta langsung kasih komentar. Riska (26), fotografer lepas Kemang, bilang:
“Gila, detailnya super. Malam hari di Jalan Sudirman bisa kelihatan semua lampu jalan dan refleksinya. Ini bikin street photography lebih seru.”

Bayu (31), content creator Senayan, menambahkan:
“Cincin mekaniknya unik. Rasanya kayak bawa kamera Leica mini di kantong. Bisa kontrol ISO, shutter speed, exposure sendiri—mantap buat foto lifestyle dan jalanan Jakarta.”

Tapi nggak semua setuju soal harga. Lia (38), pekerja kantoran Sudirman, komentar:
“Kalau cuma buat Instagram-an, HP biasa juga oke. Tapi buat yang serius di fotografi, mungkin ini worth it. Tetap aja mahal banget.”

Sementara Anton (42), fotografer hobbyist Jakarta Selatan, bilang sambil tersenyum:
“Ini ponsel bukan sekadar alat, tapi pengalaman. Kalau punya duit lebih, ini investasi banget. Buat motret Jakarta dari pagi sampai malam, dijamin puas.”

Dengan Leitzphone, Leica dan Xiaomi menantang warga Jakarta: fotografi smartphone nggak lagi sekadar klik-klik, tapi seni penuh detail, kontrol, dan bukti keaslian. Dari Monas, Sudirman, sampai Kemang, siap-siap lihat foto jalanan ibu kota yang beda level. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.